wrapkit

WASPADA! Nataru Datang, Nyawa Mengintai Hewan Kesayangan!

‼️ HIMBAUAN SERIUS UNTUK SEMUA PENDAMPING ANJING ‼️

Menjelang Natal dan Tahun Baru, ada satu pola kelam yang terus berulang dan selalu memakan korban yang sama: anjing-anjing peliharaan, anjing jalanan, dan anjing komunitas.PERMINTAAN DAGING ANJING MENINGKAT DRASTIS. Bagi sebagian orang, ini dianggap “musiman”. Namun, bagi kami yang bekerja di lapangan, ini adalah musim 'berburu' nyawa.

Setiap akhir tahun, laporan kehilangan anjing melonjak. Ada yang dicuri, ada yang diracun, dan ada yang tidak pernah pulang. Bukan karena mereka tersesat, tetapi karena ditangkap untuk diperdagangkan dan disembelih.

Anjing yang Hilang Bukan Sekadar “Bermain di Luar” atau “Kabur”

Narasi bahwa anjing “pergi sendiri” sering kali menutupi kenyataan pahit. Dalam banyak kasus, anjing yang hilang jarang sekali ditemukan kembali karena umumnya sudah masuk ke rantai perdagangan daging anjing.

Anjing-anjing yang dicuri ini, tidak pernah diperiksa kesehatannya, tidak diketahui riwayat vaksin rabiesnya, ditangkap dengan metode yang “kejam”, dan disembelih secara brutal dan ilegal Tidak ada standar kesehatan pangan. Tidak ada belas kasih. Tidak ada perlindungan hukum yang benar-benar tegas. Yang ada hanyalah keserakahan manusia dan penderitaan hewan.

Risiko Nyata, Bukan Isu Sepele

Perdagangan dan konsumsi daging anjing bukan hanya soal kekerasan terhadap hewan, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Di Daerah Istimewa Yogyakarta saja, anjing yang diperdagangkan sering berasal dari wilayah endemik rabies dan penyakit zoonosis lainnya, sebut saja wilayah Jawa Barat.

Setiap rantai kekejaman ini membawa risiko penularan rabies, penyakit infeksi berbahaya, serta normalisasi tindak kekerasan terhadap makhluk hidup. Dan semua itu terjadi tanpa dasar budaya nasional, tanpa legitimasi hukum, dan tanpa urgensi kemanusiaan.

Himbauan Tegas untuk Para Pemilik Anjing

Jika kamu memiliki hewan dampingan terutama anjing, saat ini bukan waktunya lengah. Keselamatan anjingmu tidak bisa dititipkan pada keberuntungan, doa, atau asumsi “aman-aman saja.” Karena di luar sana, banyak manusia yang melihat anjingmu bukan sebagai sahabat, tapi sebagai santapan.

MENJELANG NATARU, KAMI MENGHIMBAU:

  • JANGAN MEMBIARKAN ANJING BERKELIARAN TANPA PENGAWASAN

  • PASTIKAN PAGAR, KANDANG, DAN AKSES RUMAH AMAN

  • WASPADAI ORANG ASING YANG MENCURIGAKAN DI SEKITAR LINGKUNGAN

  • JANGAN MENYEPELEKAN ANCAMAN PENCURIAN DAN PERACUNAN

Dalam situasi seperti ini, keajaiban jarang terjadi. Yang sering terjadi justru kehilangan hewan dampingan, tanpa kesempatan berpamitan.

Menunggu Regulasi, Sambil Menyelamatkan Nyawa

Animal Friends Jogja dan Koalisi Dog Meat Free Indonesia terus mendorong lahirnya regulasi tegas untuk menghentikan perdagangan dan konsumsi daging anjing. Pemerintah DIY sebelumnya menyampaikan rencana penerbitan Instruksi Gubernur sebelum Natal. Namun selama perlindungan hukum belum benar-benar hadir di lapangan, kewaspadaan masyarakat menjadi benteng terakhir.

Jangan Biarkan Akhir Tahun Menjadi Akhir Hidup Mereka

Natal dan Tahun Baru seharusnya menjadi momen harapan, bukan masa ‘panen’ darah. Perayaan tidak semestinya dibangun di atas jerit makhluk hidup lain.

Lindungi anjingmu. Jaga lingkunganmu. Bersuara jika melihat praktik mencurigakan. Karena bagi para anjing, satu kelalaian manusia bisa berarti kehilangan hidup selamanya.

 

wrapkit

We are simply friends who share similar views on treating non human animals with the respect and compassion they so rightly deserve.

Including the right to live free from unnecessary suffering and exploitation.

Reach us on Social Media

Our location is strictly unpublished due to safety and educational reason. To visit us, please make an appointment by sending us a request email. Make sure you have read our FAQ section before sending an email. It might need time until we finally keep-in-touch

This site is donated by Oninyon Software Solution - PT. Oninyon Revolusi Kreatif Indonesia