Tips Fostering Anak Kucing Agar Dapat Beradaptasi Dengan Baik
Fostering atau sering juga disebut dengan istilah Orang Tua Asuh merupakan proses membantu mengasuh anak kucing tanpa berkomitmen seumur hidup. Dengan kata lain, fostering juga bisa dikatakan merawat anak kucing di rumahmu untuk sementara waktu.
Kucing mana saja di Animal Friends Jogja yang bisa difoster?
- Anak kucing tanpa ibu yang masih perlu perawatan intens.
- Anak kucing di bawah usia 5 bulan yang belum divaksin dan masih rentan terpapar penyakit.
- Kucing yang baru saja mengalami tindakan operasi berat dan membutuhkan perhatian intens saat masa pemulihan.
- Kucing yang secara medis memiliki kebutuhan khusus; sedang menderita penyakit misalnya penyakit kulit, penyakit pernapasan, dan lain-lain.
- Kucing dengan temperamen khusus, misalnya kucing penakut, sulit untuk berteman/bersosialisasi atau memiliki trauma.
Jika kamu hendak menjadi foster anak kucing, empat hal di bawah ini akan memudahkanmu untuk membantu kucing foster agar dapat beradaptasi dengan baik dan tumbuh sebagai kucing yang percaya diri (tidak pemalu maupun penakut).
1. Buatlah Pet Carrier/Tas Carrier Kucing Menjadi Tempat yang Nyaman Untuknya
Poin ini merupakan aklimatisasi atau upaya penyesuaian fisiologis/adaptasi anak kucing terhadap suatu lingkungan baru yang akan dimasukinya. Dengan menyediakan pet carrier yang nyaman, mengaklimatisasi anak kucing foster saat kunjungan atau dalam perjalanan menuju dokter hewan akan jauh lebih mudah.
Letakkan pet carrier di suatu tempat yang disukai anak kucing sebagai tempat untuk bergaul/berkumpul/bersosialisasi. Pastikan agar pintu pet carrier selalu terbuka, sediakan kasur di dalamnya dan letakkan camilan sehari sekali. Biarkan ia berlari keluar masuk pet carrier selama bermain.
2. Atur Waktu Bermain Yang Menyenangkan untuk Seluruh Anggota Keluarga
Dilansir ASCPA Pro, anak kucing itu suka bermain bahkan bisa sangat aktif dan terlalu bersemangat, terutama jika di rumah tidak ada anak kucing lain yang dijadikan sebagai teman bermain. Namun saat kucing tumbuh dewasa, aktivitas bermain tidak terlalu banyak.
Apa saja permainan baik dan menyenangkan yang perlu ditanamkan dan dibiasakan sejak awal?
- Libatkan tangan atau kakimu untuk ikut bermain dengan mainan kucing saat mereka sedang bermain.
- Jika anak kucing bermain dengan tangan atau kaki nya, pura-puralah kamu menjadi patung sambil bersedekap dan memalingkan muka. Tunggu beberapa menit sebelum kembali memperhatikannya lagi.
- Tetaplah bermain asyik dengan memutar-mutarkan mainan tersebut di sekelilingya.
- Biasakan anak kucing “menangkap” mainan beberapa kali selama bermain, dan akhiri waktu bermain dengan memberikan makanan yang enak.
- Selama dan seusai waktu bermain, hindari mengelus atau langsung menggendong anak kucing karena ini bisa jadi mendorong anak kucing beranggapan bahwa tanganmu adalah mainan. Raawrrr...dicakar deh!
3. Merapikan Kukunya
Kucing, terutama anak kucing hobi sekali menggaruk-garuk furnitur yang akan membuatnya rusak. Salah satu cara terbaik untuk meminimalisir risiko tersebut yaitu dengan memastikan agar kuku tetap rapi. Kamu perlu membiasakan untuk memotong kukunya, sehingga saat ia dewasa kebiasaan itu tidak akan sulit dilakukan.
Pertama, sentuh salah satu kaki depan, lalu pancing dengan camilan. Camilan atau makanan enak yang selalu diberikan ketika kamu menangani sesuatu untuknya merupakan trik untuk menjaga agar ia positif thinking. Jika dia mencoba menarik diri, biarkan saja dia pergi. Beri jeda padanya untuk istirahat.
4. Bantu Dia Mendapatkan Teman Baru
Salah satu sifat kucing yang terkenal yaitu mereka bisa kabur begitu saja ketika kedatangan tamu atau orang baru. Bantu dia belajar pelan-pelan bahwa orang baru di rumah tidak menakutkan. Kamu bisa melakukannya dengan cara melibatkan kehadiran orang baru untuk memberi camilan atau mainan favorit si anak kucing.
Kamu juga bisa mempertimbangkan atau mengatur jam kunjung sesuai dengan waktu makannya, sehingga anak kucing akan lebih cenderung mengambil camilan/makanan yang diberikan oleh tamu mu. Berikan kesempatan pada orang baru untuk memegang anak kucing. Jika dia memberikan sinyal takut, lepaskan dan biarkan saja dia istirahat.
Fostering mengajarkan kepada kita tentang sifat welas asih dan empati, khususnya kepada anak-anak supaya mereka belajar arti berbagi, mengasihi, merawat dan berperan aktif untuk hal positif di dunia.
Tertarik untuk menjadi foster atau Orang Tua Asuh Satwa Animal Friends Jogja?
Silakan kunjungi Instagram @afjadoption untuk info adopsi dan foster atau menghubungi melalui email : afjadoption@gmail.com
ADOPSI, JANGAN BELI!!
