Sudahkah Kamu Menjadi Pendamping Kucing yang Bertanggung Jawab? (Part 2)
Sudahkah kamu menjadi pendamping kucing yang bertanggung jawab? Atau...kamu sedang berhadapan dengan pendamping kucing yang kurang bertanggung jawab? Yuk, edukasi dirimu dan orang-orang di sekitarmu agar dapat lebih meningkatkan rasa tanggung jawab dan komitmen dalam mendampingi kucing yaa.
Berikut adalah panduan tentang bagaimana cara agar kamu menjadi pendamping kucing yang bertanggung jawab. Artikel Part 1 bisa kamu baca DI SINI.
-
STERILISASI KUCING DAMPINGANMU
Sterilisasi atau memandulkan kucing dampingan merupakan cara yang paling efektif dan manusiawi untuk mengatasi overpopulasi, dan setiap pendamping kucing WAJIB mensterilkan kucing dampingannya. Biaya steril kucing jauh lebih murah dibandingkan biaya perawatan anak-anak yang dilahirkan, maupun biaya pengobatan masalah medis yang muncul karena kucing tidak disteril, seperti : pengobatan kanker alat reproduksi serta biaya merawat luka kucing akibat perkelahian saat masa kawin.
-
PENTING UNTUK MEMPERTIMBANGKAN KONDISI LINGKUNGAN SEKITAR
Tidak semua orang menyukai kucing. Ada beberapa orang yang alergi terhadap bulu kucing, ada yang tidak suka dengan sifatnya, maupun tak ada alasan spesifik. Tanggung jawabmu adalah tidak melepasliarkan kucing tanpa pengawasan. Karena ada kemungkinan kucing mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dari orang di sekitar yang merasa terganggu. Jadi, pertimbangkan hal ini sebelum memutuskan untuk pelihara kucing. Termasuk izin dari keluarga.
-
JAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN RUMAH MAUPUN SEKITAR
Kucing pup (buang kotorannya) di area lingkungan sekitar bukan hanya tidak asik dilihat apalagi sampai terinjak. Selain bau yang tidak sedap, kotoran kucing juga mengandung kuman yang dapat membahayakan kesehatan manusia maupun hewan lain di sekitar. Untuk itu, hormatilah orang-orang di sekitarmu dengan WAJIB membersihkan kotoran kucingmu. Baik itu di halaman rumahmu, tempat tetangga atau jalan sekitar lingkungan. Dengan begitu, mereka bukan hanya akan lebih membuka diri dan memperlakukan kucingmu secara baik, namun juga lebih menghargaimu sebagai 'pemilik' kucing.
-
LUANGKAN WAKTU UNTUK KAMU DAN KUCINGMU BERSAMA
Meskipun kucing dianggap sebagai hewan pemalas, namun ia bukanlah aksesoris pajangan di rumahmu. Kucing dampingan juga membutuhkan interaksi dan sosialisasi dengan pendampingnya. Luangkan waktu untuk mengajaknya bermain agar ia terhindar dari stres. Kucing suka beraktivitas mengejar dan mencakar, terutama untuk kucing yang masih kecil dan beranjak dewasa. Kamu bisa memberinya mainan yang dapat memancing aktivitas tersebut. Dengan begitu, kucing dampingan akan merasa lebih bahagia di rumah dan tidak mencari kesenangan di luar sana.
-
SAAT KUCING SAKIT
Pendamping kucing yang bertanggung jawab adalah mereka yang ada saat suka dan duka. Mengupayakan kesembuhan untuk kucing dampingannya saat keadaan saki. Dan ketika kondisi kucing sedang sakit, jangan biarkan ia bebas berkeliaran di lingkungan sekitar. Selain dapat menularkan virus atau penyakit ke hewan dampingan orang lain, kucingmu juga lebih mudah terserang penyakit lain saat imun tubuh sedang menurun, itu justru akan memperburuk keadaan. Sayangnya, hal ini banyak terjadi. Bahkan ‘pemilik’ tak segan-segan menelantarkan dan membuang kucing mereka karena tak sanggup lagi menghadapi, baik secara finansial maupun mental.
-
WAJIB GANTI RUGI, JIKA...
Saat kucing dampinganmu menerkam ayam tetangga hingga memakan ayam tersebut atau mati, melukai orang sekitar (misal ternyata kucingmu membawa penyakit rabies), maupun hal-hal lain yang menimbulkan kerugian bagi orang di sekitar, maka kamu wajib bertanggung jawab untuk ganti rugi karena kamu dianggap lalai dalam mengawasi hewan dampinganmu. Memang ada hukumnya?? Ada!
“Pemilik binatang, atau siapa yang memakainya, selama binatang itu dipakainya, bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh binatang tersebut, baik binatang itu ada di bawah pengawasannya maupun binatang tersebut tersesat atau terlepas dari pengawasannya.” (Pasal 1368 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)
Semoga panduan di atas dapat kamu terapkan supaya kamu menjadi pendamping kucing yang bertanggung jawab. Oke?
Apakah artikel ini bermanfaat? Bantu sebarkan ke banyak orang yaa.
