Sekilas Kabar Sedih Monyet Ekor Panjang atau Macaca Fascicularis
Kepunahan adalah selamanya dan ada kabar buruk di bulan ini ðŸ˜
Uni Internasional untuk Konservasi Alam [IUCN] baru-baru ini mempublikasikan laporan yang menyatakan bahwa status konservasi monyet ekor panjang atau monpai [Macaca fascicularis] naik tingkat, dari rentan (vulnerable) menjadi TERANCAM PUNAH (endangered) setelah melakukan penilaian terhadap penurunan populasi monyet ekor panjang pada 7 Maret 2022.
Eskploitasi seperti perburuan, perdagangan internasional dan nasional, eksperimen atau penelitian, dijadikan hewan peliharaan, diperlakukan sangat kejam dan dijadikan konten sosial media, hiburan obyek wisata, atraksi topeng monyet, konsumsi untuk manusia, pemusnahan karena dianggap sebagai hama sehingga harus disingkirkan, serta perusakan dan konversi habitat yang sedang berlangsung, merupakan ancaman berbahaya bagi populasi monyet ekor panjang.
"Monyet ekor panjang adalah spesies primata yang paling teraniaya, paling banyak diperdagangkan, paling banyak dimusnahkan. Bila melihat jumlah ancaman dan penurunan populasinya, mungkin mereka adalah salah satu spesies primata yang paling terancam punah." ~ IUCN
Monyet ekor panjang adalah spesies primata yang paling tereksploitasi dan marak diperdagangkan.
Di Indonesia saja, lebih dari 4.700 monyet dijual di Facebook pada tahun 2020 dan 2021. Ribuan monyet yang dijual adalah hasil tangkapan liar.
Ancaman ini belum termasuk penurunan populasi di alam akibat kerusakan habitat atau penangkapan masal untuk disingkirkan!
Jika ini terus dibiarkan di Indonesia, bukan tidak mungkin Macaca Fascicularis atau monyet ekor panjang akan PUNAH.
Dengan penilaian status konservasi monyet ekor panjang yang dinaikkan menjadi terancam punah, bukankah status perlindungan mereka seharusnya diperbaiki?
