Sebelum Manusia, Hewan yang Diternak Sudah Lama Menghadapi Risiko Paparan Disinfektan
Jauh dari pengawasan publik, hewan yang diternak sangat berisiko terpapar langsung bahan kimia berbahaya.
Kita bisa melihat dari berbagai tayangan di YouTube, peternak menganjurkan berbagai jenis disinfektan, beberapa hasil percobaan sendiri dengan bahan kimia lain seperti pemutih pakaian. Tidak sedikit dari video itu menunjukkan penyemprotan langsung pada hewan. Bahkan saat terjadi wabah, dinas pertanian di Bali dan Sumatera Utara melakukan penyemprotan di kandang yang masih ada hewan di dalamnya.
Pada manusia, praktik desinfeksi langsung ke tubuh manusia yang marak saat pandemi COVID-19 dikritik para ahli karena membahayakan kesehatan manusia.
Bermula dari awal Februari 2020 saat WNI dari Wuhan tiba di bandara Hang Nadim Batam, kita melihat dalam tayangan berita, petugas penjemputan yang mengenakan hazmat menyemprotkan cairan desinfektan ke tubuh setiap penumpang.
Praktik ini terus meluas ke kota-kota lain di Indonesia, mobil pemadam kebakaran dan kendaraan tempur polisi berkeliling menyemprotkan disinfektan dengan meriam air, orang-orang juga wajib desinfeksi dalam dalam bilik sterilisasi yang marak di bangun di gerbang pemukiman dan halaman perkantoran.
Hingga akhirnya N. Paranietharan, perwakilan WHO untuk Indonesia memperingatkan pemerintah Indonesia, karena tindakan ini karena berbahaya bagi kesehatan manusia. Tak hanya menyebabkan iritasi jika terkena kulit atau mata, desinfektan juga bisa menyebabkan keracunan dan gangguan pernafasan. Desinfektan yang terhirup bahkan bisa mengakibatkan luka di paru-paru.
Apakah paparan desinfektan yang berbahaya bagi manusia aman jika disemprotkan langsung pada hewan?
Bukti-bukti ilmiah menunjukan desinfektan seperti Chloroxylenol terbukti menyebabkan gangguan reproduksi juga penurunan nafsu makan tikus, dan mematikan bagi ikan. Sementara Chloroform menyebabkan kerusakan hati dan memicu kanker pada hewan yang diteliti dalam laboratorium—praktik lain kekejaman manusia pada hewan.
Satu-satunya alasan dari penyemprotan langsung desinfektan pada hewan yang diternak bukan karena itu aman. Namun karena kita, manusia, menerapkan standar kesehatan yang lebih rendah pada spesies lain, terutama pada hewan yang diternak untuk konsumsi. Meskipun merugikan kesehatan hewan, penyemprotan langsung desinfektan pada hewan kita anggap sebagai hal yang wajar, selama itu menguntungkan secara ekonomi bagi manusia.
Seperti disampaikan dr. Rebriarina Hapsari, spesialis mikrobiologi klinik terkait penyemprotan disinfektan di masa pandemi COVID-19 ini "Burung atau ayam itu tidak sampai 3 tahun dipanen, mereka itu cepat dipanen jadi kerusakan pada paru-parunya tidak dilihat atau tidak diperhatikan."
