Satwa Teradopsi di bulan Februari 2024
Saat ini, Animal Friends Jogja [AFJ] memiliki lebih dari 150 satwa hasil penelantaran yang kami selamatkan belum teradopsi. Masing-masing memiliki cerita unik dan kepribadian yang sudah terbentuk!
Mereka adalah satwa-satwa sangat menggemaskan, dan tugas kami yaitu mencocokkan kucing yang tepat dengan rumah yang tepat. Dalam proses adopsi, AFJ mempertimbangkan segalanya; mulai dari kepribadian calon satwa dampingan hingga tempat tinggal calon adopter. Sehingga akan terciptakan pasangan yang sempurna antara satwa dan pendampingnya.
Dan berikut ini kabar gembira yang datang dari satwa di AFJ di bulan Februari 2024.
1. Cephas
Kucing domestik jantan orange tabby dengan ekor panjang ini sebenarnya muncul entah dari mana, pada bulan Juli 2021 di istana kucing AFJ.
Saat itu kondisi tubuhnya terbilang kurus. Ia datang sebagai “ABG” yang mulai memasuki masa-masa pergaulan bebas (baca: birahi). Dengan tingkahnya yang sangat cuek dan tak ada rasa takut, ia menganggap bahwa rumah singgah adalah rumah barunya setelah melalui berbagai adegan ‘drama’ dengan kucing-kucing istana.
Nama Cephas terinspirasi dari Kassian Cephas, seorang fotografer pribumi Jawa yang berasal dari Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Ia merupakan fotografer profesional pertama dari Indonesia dan magang di bawah bimbingan Hamengkubuwana VI. (menurut Wikipedia).
Selama tinggal di rumah singgah AFJ, Cephas lebih banyak menghabiskan waktu menjadi kucing outdoor. Sehingga begitu akhirnya teradopsi, Cephas berubah menjadi kucing indoor dan manja meski keluarga baru harus melalui tahap-tahap tantangan.
2. Kenet
Ceria, penuh energi dan antusiasme. Ialah si Kenet. Dia yang paling semangat untuk meminta ciuman, elusan, ajakan bermain dan jalan-jalan 😆
Kenet adalah anjing pertama paling disayang seorang mahasiswi berinisial DYN yang menempuh bangku perkuliahan di Yogyakarta. Namun karena tidak laku dijual, DYN memutuskan untuk memelihara Kenet.
Kenet dirantai pendek didepan rumah kontrakan beratap plastik, leher terluka karena rantai, hilang selama 3 hari dan kembali dalam keadaan terluka parah.
Semua karena kesibukan dan kelalaian dari ‘pemilik’ tak bertanggungjawab. Bukannya mengobati, DYN dan teman kontrakan justru membiarkan saja luka Kenet semakin membesar dan bernanah. Kondisi darurat memaksa AFJ harus membawa Kenet ke klinik dengan segera.
SIBUK karena tugas akhir mahasiswa, seharusnya bukan alasan abai pada tanggung jawab yang harus dipenuhi untuk satwa dampingan.
Kenet singgah sementara di AFJ sejak tahun 2019. Dan pada 8 Februari 2024, Kenet akhirnya memulai lembaran baru dalam hidupnya bersama keluarga barunya.
