Renungan Orangtua: Keputusan Mendampingi Kucing dan Anjing di Sekitar Anak
Sahabat satwa terkasih. Tak dapat dipungkiri bahwa sebagai orangtua, keputusan mendampingi kucing dan anjing di sekitar anak memang membutuhkan usaha yang lebih. Mendampingi satwa domestik yaitu kucing, terlebih mereka yang terlantar di jalanan sebelumnya, menjadi kesempatan baik bagi keluarga untuk memperluas welas asih dan berkah bagi makhluk hidup lain.🤍
Ketika kita memutuskan mendampingi / mengadopsi kucing dan anjing, di saat yang sama kita memiliki tanggung jawab untuk berkomitmen terhadap apa yang sudah kita putuskan.
Berkomitmen untuk TETAP BERSAMA SATWA DAMPINGAN SEUMUR HIDUP MEREKA meskipun kita sedang berada di waktu penuh tantangan, merupakan salah satu bukti bahwa kita adalah pendamping yang bertanggungjawab.
Banyak kasus kucing dan anjing yang dibuang di jalanan. Baik karena mereka sakit namun 'pemilik' tidak tahu cara mengobati dan akhirnya dibiarkan begitu saja bahkan dibuang, maupun dibuang ketika sudah tidak sanggup merawat banyak kucing karena 'pemilik' kurang edukasi mengenai pentingnya steril bahkan tidak pro steril.
Ada pepatah : Apa yang kau tanam, itulah yang akan kau tuai.
Ketika kamu menelantarkan satwa dampinganmu karena alasan ia sudah tua, membebani keluarga, dan tidak berguna lagi ingatlah bahwa saat itu kamu sedang mengajarkan anak-anakmu sebuah ‘pelajaran’. Di kemudian hari, itu bisa menjadi giliranmu.
Jadi sahabat, mari kita ajarkan kebaikan kepada anak tentang 'kepemilikan' yang bertanggungjawab. Bukan tidak mungkin, di kemudian hari anak-anak akan belajar dari orangtuanya tentang : tanggungjawab adopsi / mendampingi kucing atau anjing, kekuatan besar dalam menghadapi tantangan, dan mempertahankan loyalitas.
