wrapkit

Praktik Kejam di Balik Semangkuk Sup Sirip Hiu

Sup sirip hiu atau 'sup hisit' merupakan salah satu hidangan yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Dalam tradisi kuno Tionghoa, sirip hiu dianggap sebagai simbol kemakmuran, panjang umur dan keemasan.

Dari banyaknya menu yang tersaji, sup sirip hiu dijadikan sebagai santapan istimewa dan termasuk kategori hidangan mewah kelas menengah ke atas dalam acara ulang tahun, jamuan bisnis, kelahiran anak, pernikahan, maupun perayaan Tahun Baru Imlek.

Menurut pakar budaya kuliner, Aji Bromokusumo, sup sirip hiu sudah ribuan tahun jadi saksi sejarah gengsi manusia. Dahulu, sup sirip hiu merupakan kuliner istimewa raja-raja. Namun kini, orang-orang kaya menyajikannya sebagai penegasan status sosial.

Jutaan Hiu Menderita Hingga Mati Demi Sup Sirip Hiu

Sahabat, tahukah kamu? Demi semangkuk sup yang harganya cukup fantastis ini, ada praktik kejam di baliknya. Diperkirakan sebanyak 73 juta hiu dibantai setiap tahunnya – sebuah pembantaian tanpa pandang bulu yang mendorong banyak spesies ke ambang kepunahan, menurut Discover Wildlife.

Disebut dengan istilah ‘finning’. Pemotongan sirip ikan hiu merupakan tindakan yang sangat brutal dan mengerikan; sirip dipotong dalam keadaan hiu masih hidup. Mereka menggeliat kesakitan. Lalu tubuhnya dibuang kembali ke laut. Tanpa sirip, hiu tak akan mampu mengatur keseimbangan, kemudian mati perlahan akibat kekurangan oksigen.

Meski sejak Juli 2014, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah melarang beredarnya olahan hiu, namun hingga kini sirip hiu maupun olahannya banyak dijual melalui marketplace. Bahkan masih ada beberapa restoran, hotel, dan keluarga di Indonesia yang menyajikan sup sirip hiu, terutama pada perayaan Tahun Baru Imlek.

Sangat jelas bahwa mengonsumsi sup sirip hiu berarti mendukung praktik kekejaman terhadap hewan dan perusakan lingkungan yang akan menyebabkan kepunahan hiu.
 

wrapkit

We are simply friends who share similar views on treating non human animals with the respect and compassion they so rightly deserve.

Including the right to live free from unnecessary suffering and exploitation.

Reach us on Social Media

Our location is strictly unpublished due to safety and educational reason. To visit us, please make an appointment by sending us a request email. Make sure you have read our FAQ section before sending an email. It might need time until we finally keep-in-touch

This site is donated by Oninyon Software Solution - PT. Oninyon Revolusi Kreatif Indonesia