Mengungkap Kisah Kuda: Apa yang Terjadi Pada Kuda Pekerja Setelah Mereka Tak Lagi 'Berfungsi' Bagi Pemiliknya?
Di balik dinding salah satu peternakan kuda di Yogyakarta, sebuah pemandangan mengerikan terjadi setiap harinya. Kuda putih buta ini, yang tidak bisa lagi melihat dunia yang pernah dikenalnya, diikat kasar dengan tali yang mencengkeram erat mulut, leher, dan kepalanya. Ia berjuang dalam kesakitan selama beberapa saat, meronta-ronta sebelum akhirnya disembelih dengan cara yang tidak manusiawi.💔
Kakinya terbelenggu, hingga tubuhnya tersungkur ke lantai, tak berdaya. Si kuda putih ini bukan satu-satunya yang mengalami nasib tragis. Ia hanyalah salah satu dari banyak kuda yang dibawa ke "lembah penghabisan" tersebut, tempat di mana mereka dijadikan korban untuk diambil daging maupun kulitnya, yang kemudian dijual untuk dikonsumsi.
Pemilik peternakan ini menyebutkan bahwa daging kuda dijual dengan harga Rp120.000 per kilogram dan dikirim langsung ke restoran yang membutuhkan. Sebuah bisnis yang berjalan lancar, namun dibaliknya tersimpan penderitaan yang tidak terlihat oleh banyak orang.
Menurut data pemerintah Indonesia, Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat sebagai produsen daging kuda terbesar ketiga di Indonesia antara tahun 2021 dan 2023. Sebuah fakta yang mengejutkan banyak orang, karena selama ini kuda lebih dikenal sebagai hewan pekerja atau penarik kendaraan tradisional, bukan sebagai sumber konsumsi manusia.
Kuda Pekerja yang Tak Lagi Diperlukan
Banyak dari kuda-kuda yang dipotong untuk diambil dagingnya berasal dari pemilik yang sudah tak lagi membutuhkan mereka. Mereka dulunya adalah pekerja keras di jalan raya, mengangkut barang atau menarik delman untuk mencari nafkah. Ada pula kuda pacuan yang dulu berjaya di lintasan balap, menjadi bintang di atas tanah berlumpur. Namun, seiring berjalannya waktu, usia mereka mulai menua, dan cedera fisik mulai menggerogoti tubuh mereka. Kekuatan mereka yang dulu begitu besar kini mulai melemah.
Sayangnya, di mata banyak pemiliknya, kuda-kuda ini bukan lagi makhluk hidup yang layak dihargai. Mereka dianggap sebagai barang yang sudah tidak berguna, yang hanya bisa dijual untuk dimanfaatkan daging dan kulitnya. Proses pemotongan yang brutal ini, di tengah penderitaan yang mereka alami, mengungkapkan kenyataan pahit tentang bagaimana hewan-hewan ini diperlakukan.
__
Foto: Muhammad Fajri
🔗Baca cerita selengkapnya DI SINI.
