Menemukan Kucing Terlantar di Jalanan, Apa Yang Harus Kamu Lakukan?
Kasus kucing liar telantar di jalanan atau bahkan sengaja ditinggal dan dibuang oleh pemiliknya karena tak sanggup merawat nampaknya semakin marak. Terlebih hal tersebut terjadi pada anak kucing, alangkah menyedihkan. Disamping itu kasus yang kerap kami temui adalah mereka menemukan anak kucing atau kucing dewasa yang telantar di jalanan, namun lebih memilih untuk melapor ke rumah singgah satwa. Sedangkan rumah singgah satwa tentu saja memiliki daya tampung yang terbatas.
Berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat menemukan anak kucing telantar di jalanan.
1. Lihat usia dan kondisi anak kucing
Meskipun anak kucing yang kamu lihat sedang sendirian, ada kemungkinan besar si induk ada di sekitarmu. Jika usianya kurang dari 8 minggu, sebaiknya jangan kamu ambil. Anak kucing dibawah 8 minggu yang dipisahkan dari induknya akan berbahaya bagi kesejahteraan mereka. Sebab, induk kucing merupakan pengasuh terbaik bagi anak kucing. Sehingga, jika kamu bertemu anak kucing yang sehat dan berkembang bersama induknya di luar/jalan, tidak perlu “diselamatkan”. Kecuali dalam kondisi urgent dimana kamu mungkin perlu turun tangan untuk membantunya.
Bagaimana jika menemukan anak kucing yang baru lahir? Atau anak kucing berusia 4 minggu atau dibawahnya tanpa induk? (read: anak kucing dibuang). Ini merupakan tantangan bagi manusia untuk membantu dan menyelamatkannya, karena anak kucing membutuhkan perawatan sepanjang waktu agar ia mampu bertahan hidup.
Sebaliknya, jika menemukan anak kucing yang berusia 8 minggu atau lebih dan tanpa induk, jangan ragu untuk mengambilnya. Pada usia ini mereka sudah disapih dari induknya, artinya mereka tidak bergantung lagi pada susu induk dan makan sendiri.
Penting : Jangan membuat asumsi bahwa anak kucing ditelantarkan hanya karena kamu tidak melihat induknya. Tak menutup kemungkinan induk kucing meninggalkan anak kucingnya untuk sementara waktu karena alasan yang baik, misalnya mencari makan. Bahkan, bisa saja dia bersembunyi dan menunggu kamu pergi.
2. Jangan terburu-buru menyerahkan anak kucing ke rumah singgah/shelter/tempat penampungan
Seperti kasus yang sering kami jumpai. Sebagian besar orang masih beranggapan bahwa rumah singgah satwa adalah satu-satunya pilihan bagi mereka (yang menemukan/tidak menginginkan), dengan alasan tidak mampu secara waktu maupun finansial.
Perlu kamu ketahui bahwa secara umum rumah singgah/shelter/tempat penampungan bukanlah lingkungan yang baik untuk induk kucing dan anak kucing. Sebagian besar tempat penampungan tidak memiliki program khusus untuk memberikan perawatan yang dibutuhkan anak kucing yang tidak disapih. Sebagai akibatnya, ada risiko anak kucing justru tidak tertolong. Kecuali di tempat penampungan tersebut terdapat induk kucing yang bisa diperbantukan untuk berbagi ASI.
Bahkan lingkungan penampungan kucing yang terbaik sekalipun, induk kucing bisa menjadi sangat stres sehingga kesehatannya akan terpengaruh. Terlebih bagi anak kucing, bisa berbahaya karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sepenuhnya, dan lebih rawan terserang penyakit.
3. Jika yang kamu temui adalah kucing remaja atau dewasa, bawa ke Klinik Hewan untuk disterilkan atau dimandulkan
Manfaat utama dari sterilisasi adalah dapat memperpanjang umur harapan hidup kucing. Selain itu, manfaat sterilisasi kucing antara lain :
- Membatasi jumlah kucing liar yang terjadi karena banyaknya kelahiran anak-anak kucing yang tidak diinginkan
- Mengurangi gejala birahi yang dapat menimbulkan suasana berisik dan mengganggu pemiliknya.
- Mengurangi kemungkinan penularan PMS
Demi alasan kesehatan dan kesejahteraan, kucing yang ideal untuk disteril haruslah berusia minimal 8 minggu dan dengan berat tubuh kurang lebih 2 pon atau sekitar 1 kg.
4. Kembalikan kucing yang sudah disterilkan ke tempat semula kamu menemukan
Ini adalah opsi pertama yang terbaik setelah anak kucing berhasil disteril/dikebiri. Anak kucing dikembalikan ke koloninya sehingga dia bisa hidup sejahtera dan tidak membuat anak kucing stres secara terus-menerus. Anggaplah ini sebagai bagian dari program Trap-Neuter-Return (TNR) atau Tangkap-Steril-Kembalikan!
Pastikan anak kucing yang disteril sudah di-eartipped (dipotong sedikit telinganya) sebagai tanda bahwa mereka sudah steril.
5. Adopsi
Atau, kalau kamu mempunyai sarana yang cukup, kamu bisa mengadopsi anak kucing tersebut. Tapi perlu kamu garis bawahi ya, adopsi memang 'bukannya' tanpa tantangan. Berani adopsi, berarti harus siap dengan komitmen sebagai adopter/pengasuh!
Biarkan si kucing hidup berkembang di luar ruangan agar lebih nyaman dan terhindar dari stres. Jangan lupa, berikan nutrisi yang dibutuhkan anak kucing. Jika anak kucing terlihat tanda-tanda tidak sehat/terluka, segera bawa ke dokter hewan.
Mulai sekarang kamu sudah tahu kan jika menemukan anak kucing di jalanan? Lakukan hal-hal yang telah dijelaskan dalam postingan ini. Siapapun itu kamu, kamu pasti bisa! Mari berbuat kebaikan dan bersikap welas asih terhadap seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Semoga kamu berhasil menjadi orang yang peduli terhadap satwa dan seluruh makhluk. #BeAHero
Kecup Sayang,
Animal Friends Jogja
