Jangan Keburu Bilang "Steril Itu Mahal!"
Tak dapat dipungkiri bahwa masih banyak masyarakat yang belum bersedia mensterilkan satwa dampingan akibat terbentur masalah biaya. Belum apa-apa sudah terburu-buru bilang "Steril itu mahal! Kita nggak mampu, buat makan aja susah!".
Tapi, tahukah kamu???
Kucing atau anjing betina yang tidak disterilkan lebih rentan mengalami masalah medis yang BERPOTENSI FATAL, seperti pyometra, infeksi rahim, kanker organ reproduksi, maupun TVT (tumor kelamin menular). Sementara, biaya yang harus dikeluarkan untuk mengangkat penyakit-penyakit berbahaya tersebut justru lebih mahal daripada biaya steril untuk 1 kucing atau anjing, loh!
Sedangkan untuk kucing atau anjing jantan yang tidak disterilkan lebih cenderung bersifat agresif, berkeliaran jauh dari rumah untuk mencari pasangan betina (untuk kebutuhan kawin) dan berkelahi dengan kucing jantan lainnya demi memperebutkan wilayah ataupun si betina yang sedang birahi. Banyak dari mereka yang berakhir tertabrak mobil. Ya kalau tewas, kalau masih hidup tapi ia patah tulang, rusuknya hancur dan sebagainya, apa iya sebagai pendamping hewan yang bertanggung jawab hanya angkat tangan saja?
Ketika kucing atau anjing betina hamil...
Ketika hamil, mereka juga sama seperti manusia, penuh dengan perjuangan, loh! Hal yang membuat kasihan apabila ternyata mereka hamil saat usia masih 5-6 bulan. Usia tersebut berpeluang bagi kucing/anjing yang hamil mengalami berbagai komplikasi dan perlu penanganan dokter. Baik itu saat melahirkan maupun pasca melahirkan.
Ada banyak kasus di mana setelah kucing melahirkan, ia tidak mau menyusui anak-anaknya, tidak mau mengasuh, atau meninggal karena virus atau kondisi tubuhnya drop setelah proses melahirkan. Bahkan nih, HAMIL LAGI ketika masih dalam fase menyusui.
Semakin banyak bayi yang dilahirkan, itu sama artinya semakin bertambah biaya yang harus kamu keluarkan, bukan?? Biaya untuk vaksinasi, pemberian obat cacing, vitamin, makanan serta kebutuhan kecil lainnya. Terkadang untuk urusan makanan anak-anak kucing saja bisa dibilang gampang-gampang susah, terkait kondisi pencernaan dan kecocokan merk. Belum lagi biaya pengobatan ketika mereka jatuh sakit. Apakah hal ini sudah dipikirkan? Apakah ketika mereka sakit akan dibiarkan? Kalau iya, itu menyiksa mereka!!!
Jika dikatakan steril itu mahal, lalu apa yang menjamin orang bisa memelihara ibu kucing dan anak-anaknya dengan baik dan layak?
Pada akhirnya terjadilah banyak drama di rumah sendiri karena terlambat menyadari bahwa sterilisasi itu ternyata lebih murah untuk jangka panjang yang lebih baik. Baik untuk para kucing, baik untuk keluargamu sendiri, dan baik untuk lingkungan (mengurangi dan mencegah overpopulasi kucing).
Lalu, orang berusaha ‘open adopt’ ke sana ke sini, sampai memohon-mohon ke tempat penampungan untuk menyerahkan kucing-kucingnya karena sudah kewalahan banyak kucing/anjing, tak sanggup merawat mereka dari segi waktu, tenaga dan finansial.
Ini hal paling menyedihkan. Ketika tak ada orang yang bersedia mengadopsinya, maka makhluk-makhluk ini pun DIBUANG!!
Please, yuk! Bangun kesadaran mulai sekarang betapa pentingnya sterilisasi pada hewan dampingan. Membuang kucing-kucing yang tak berdosa ini bukanlah solusi, melainkan penyiksaan. Jangan biarkan masalah biaya sterilisasi menjadi penghalang untuk kesejahteraan mereka, karena ini termasuk bagian dari kesejahteraanmu juga.
Toh sudah banyak klinik dan komunitas yang menyediakan steril bersubsidi. Yang perlu kamu lakukan sekarang adalah rajin mencari info #SterilSubsidi sambil menabung yaa. Kamu pasti bisa!!! Ingat, kalau kamu sayang kucing atau anjing dampinganmu, sterilkan mereka sebelum kamu menyesal pada akhirnya. Bagikan informasi ini dan bantu edukasi ke lingkunganmu tentang pentingnya steril.
