wrapkit

Jadikan Duniamu Bebas Dari Praktik Kekejaman : Uji Coba Produk Kecantikan Terhadap Hewan

Di alam liar, kelinci hidup di liang dalam komunitas yang besar. Ia adalah hewan yang pemalu dan sensitif. Kebanyakan dari mereka beristirahat di bawah tanah yang gelap di siang hari dan mencari makan di malam hari.

Namun, mengekspresikan banyak perilaku alami seperti melompat-lompat, makan rumput segar, atau menggali tanah/liang, tidak akan dirasakan oleh kelinci-kelinci yang dikutuk untuk hidup di laboratorium sebagai hewan yang dieksploitasi untuk eksperimen dan pengujian produk.

Seperti apa penderitaan mereka?

  1. Kelinci yang hamil dipaksa makan bahan kosmetik selama sekitar 28 hari dan kemudian dibunuh bersama dengan janinnya. Dalam beberapa kasus yang tak lazim, kelinci dipaksa untuk makan, menghirup atau diolesi zat-zat ke kulit mereka yang dicukur setiap hari selama 28 atau 90 hari, dan kemudian dibunuh. (sumber : crueltyfreeinternational.org)
  2. Selama uji coba, para kelinci dimasukkan ke dalam alat yang menahan mereka supaya tidak bisa bergerak. Kemudian meneteskan bahan kimia ke mata atau menyebarkannya ke kulit kelinci. Setelah uji coba, mereka dibiarkan tanpa obat penghilang rasa sakit. Sementara para peneliti hanya mencatat apa yang terjadi ketika zat itu bereaksi, kelinci-kelinci ini hanya merasakan kesakitan. Terkadang kulitnya berdarah dan bengkak, organ bagian dalam sakit, mata bengkak, keropeng terbentuk di punggung. Beberapa kelinci berakhir dengan kebutaan, bahkan sekarat karena kekejaman uji coba ini. (sumber : petakids.org)
  3. Di laboratorium, kelinci diisolasi di kandang kawat tanpa ruang yang cukup atau pengayaan lingkungan. Kesepian dan bosan, menyebabkan hewan sensitif ini menjadi stres. Akibatnya sistem kekebalan tubuh melemah, membuat mereka rentan terhadap penyakit. Kaki mereka juga sakit dan cedera karena berdiri lama di dalam kandang. Bahkan mereka tak segan-segan melukai diri sendiri untuk menghilangkan kecemasan. (sumber : hsi.org)
  4. Terlepas dari ketersediaan alternatif yang lebih modern, manusiawi, dan efektif, kelinci masih tersiksa dalam praktik kejam tes iritasi mata yang disebut 'Draize', di mana zat-zat dari produk perawatan pribadi, serta produk pembersih rumah tangga tersebut dioleskan ke mata kelinci sehingga menyebabkan kemerahan, pembengkakan, ulserasi, pendarahan, maupun kebutaan. (sumber : peta.org)

Kelinci bukanlah satu-satunya hewan yang menjadi korban kekejaman pengujian produk di laboratorium. Jutaan hewan lain termasuk tikus, marmut, hamster, monyet, babi guinea, bahkan kucing dan anjing juga digunakan untuk praktik kejam dan menyakitkan ini selama bertahun-tahun.

Cara terbaik untuk membantu mengakhiri penderitaan mereka adalah dengan membeli produk kecantikan yang bebas dari kekejaman terhadap hewan dan menghindari produk apa pun yang telah diuji pada hewan, seperti kelinci.

wrapkit

We are simply friends who share similar views on treating non human animals with the respect and compassion they so rightly deserve.

Including the right to live free from unnecessary suffering and exploitation.

Reach us on Social Media

Our location is strictly unpublished due to safety and educational reason. To visit us, please make an appointment by sending us a request email. Make sure you have read our FAQ section before sending an email. It might need time until we finally keep-in-touch

This site is donated by Oninyon Software Solution - PT. Oninyon Revolusi Kreatif Indonesia