AFJ Lakukan Pendataan Andong Malioboro, Semoga Pemerintah Lebih Perhatian pada Andong
Sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan hewan khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, organisasi Animal Friends Jogja [ AFJ ] melakukan pendataan andong-andong Malioboro tepatnya pada Selasa, 27 September 2022, bertempat di sepanjang kawasan Malioboro.
Pendataan dilakukan secara mendetail pada setiap kusir andong. Adapun poin-poin yang didata meliputi jarak tempuh andong menuju Malioboro, kesehatan kuda, waktu makan dan istirahat kuda, kebersihan andong, intensitas andong beroperasi, fasilitas tempat parker dan beberapa data lainnya.
Mengingat jumlah andong yang beroperasi di Malioboro tercatat mencapai 400 andong, pendataan ini diperkirakan akan berlangsung hingga satu bulan.
Pendiri Animal Friends Jogja [ AFJ ], Kiswandari Ratna yang akrab disapa Nana, mengungkap beberapa kusir mengeluhkan lahan parkir untuk andong masih belum memadai. Akibatnya, kuda-kuda di kawasan Malioboro sering tertabrak spion mobil, terlebih jika suasana sedang ramai.
Setidaknya ada tiga lokasi parkir andong yang tersebar di Kota Jogja. Lokasi pertama ada di Sompilan, Patehan, Kraton. Sementara lokasi lainnya berada di Alun-Alun Selatan dan di dekat pusat perbelanjaan Progo.
Nana mengeluhkan, lahan parkir di dekat Progo yang sebenarnya digunakan untuk istirahat andong, justru dipakai untuk parkir-parkir kendaraan motor. Sehingga kusir dan andong baru bisa menggunakan lokasi tersebut setelah suasana sepi, yaitu sekitar jam 15.00 WIB.
“Kalau pagi mau istirahat, ya, mereka ke Sompilan,” tandas Nana.
Purgiono, salah satu kusir andong asal Pleret, Bantul, mengaku kesulitan mengakses air terutama saat memarkirkan andongnya di lokasi parkir Alun-Alun Selatan. Alhasil dia harus menyiapkan air sebelum sampai di lokasi parkir.
“Yang jelas kalau di tempat istirahat, yang dibutuhkan itu air. Kalau di Sompilan memang ada, tapi di alun-alun belum ada. Tapi biasanya misalkan saya mau ke sana, saya ambil airnya di sini (Malioboro) lalu baru ke sana (Alun-Alun Selatan),” ujarnya kepada wartawan Radar Jogja saat meliput kegiatan ini.
AFJ berharap melalui data-data yang didapatkan di lapangan, para andong lebih mendapatkan perhatian dari pemerintah. Data ini sekaligus untuk menjawab apabila ada pertanyaan dari masyarakat, sehingga bisa menunjukkan keadaan sebenarnya di lapangan.
