wrapkit

ADU BAGONG: Panggung Eksploitasi Berkedok Tradisi yang Harus Segera Diakhiri!

Di balik dalih tradisi dan budaya suku daerah, eksploitasi makhluk hidup demi ‘tontonan’ sadis masih diselenggarakan. Dan baru-baru ini, beredar di media sosial poster adu bagong yang akan diselenggarakan di Pangandaran pada awal April nanti. Tidak ada hiburan dalam penderitaan! Praktik adu bagong hanyalah kekejamann yang dipertontonkan demi kesenangan dan melanggar kesejahteraan hewan.

Adu Bagong atau Dugong adalah duel brutal antara babi hutan dan anjing yang telah dilatih sebelumnya. Ini sebuah pertunjukan asal tanah Sunda, yang sering dianggap sebagai hiburan dan upaya untuk melestarikan tradisi dari tahun ke tahun. Tapi kalau kita jujur, ini bukan tradisi ataupun budaya. Adu Bagong adalah sebuah ‘tontonan’ brutal dan eksploitatif terhadap hewan, demi kesenangan manusia.

MENGAPA ADU BAGONG ADALAH PERTUNJUKAN YANG SANGAT KEJAM?

Adu Bagong hanya menyimpan penderitaan luar biasa bagi hewan. Babi hutan dan anjing dipaksa bertarung tanpa pilihan, menghadapi risiko luka parah bahkan kematian. Babi hutan yang selamat dari duel, sering kali kembali diadu setelah luka-lukanya sembuh.

Bagi pemilik hewan yang berpartisipasi mengatakan mereka melihat perkelahian tersebut sebagai cara untuk melestarikan tradisi daerah, selain menguji kemampuan kelincahan dan perburuan anjing. Para pemilik anjing yang berpartisipasi, JELAS BUKAN pecinta hewan! Anjing yang mereka seret ke arena ini bukan pejuang yang hebat. Mereka adalah korban! Dipaksa bertarung, dilatih dengan keras, dibuat agresif demi tontonan orang-orang yang haus akan darahh. Setelah itu? Banyak yang cedera parah, sekarat, dan dianggap tak berguna lagi. Bagi yang tewas (baik tewas di arena pertarungan maupun setelahnya), maka akan dijual untuk diambil dagingnya.

Mirisnya, penonton bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja. Bukankah itu artinya, adu bagong mengajarkan generasi muda semakin tidak peka akan kekejamann terhadap hewan? Tidak ada unsur edukasi sama sekali, apalagi manfaat. Ini murni hanya tontonan sadis yang memperkuat budaya kekejaman.

Lebih dari sekadar kebrutalan. Adu bagong mencerminkan mentalitas barbar yang tidak seharusnya ada di masyarakat modern. Fakta bahwa ratusan individu yang rela membayar untuk menyaksikan pertarungan ini, begitupan dengan para penyelenggara dan pendukung lainnya, menunjukkan betapa dangkalnya moralitas dan empati mereka.

BAGAIMANA SEHARUSNYA HUKUM BERPERAN?

Hukum harus SEGERA turun tangan setegas-tegasnya. Sudah saatnya adu bagong dilarang secara nasional, tanpa celah bagi pelaku untuk berdalih atas nama budaya atau tradisi. Jangan biarkan kekejian tumbuh subur, mengikis nilai-nilai kemanusiaan, dan menambah penderitaan hewan yang seharusnya mendapatkan perlidungan hukum.

Jika kamu masih menikmati adu bagong maupun adu antar hewan lainnya, tanyakan pada dirimu: "Seberapa rusak moralitasku?"

wrapkit

We are simply friends who share similar views on treating non human animals with the respect and compassion they so rightly deserve.

Including the right to live free from unnecessary suffering and exploitation.

Reach us on Social Media

Our location is strictly unpublished due to safety and educational reason. To visit us, please make an appointment by sending us a request email. Make sure you have read our FAQ section before sending an email. It might need time until we finally keep-in-touch

This site is donated by Oninyon Software Solution - PT. Oninyon Revolusi Kreatif Indonesia