wrapkit

10 Fakta Unik Soal Monyet yang Jarang Diketahui Banyak Orang!

Primata yang menghabiskan banyak waktu di pepohonan ini banyak menjadi korban eksploitasi manusia. Seharusnya mereka dilindungi, agar EKSPLOITASI BERHENTI!

Dalam rangka memperingati Pekan Monyet Sedunia atau International Macaque Week yang berlangsung pada tanggal 1-7 Mei 2024, Animal Friends Jogja ingin berbagi fakta-fakta menakjubkan mengenai satwa liar yang paling banyak dijadikan korban eksploitasi ini.

Berikut 10 fakta unik soal monyet yang jarang diketahui banyak orang!

1. PUNYA RITUAL PERAWATAN

Aktivitas grooming; mengambil serangga atau kotoran yang ada di rambut satu sama lain bukan hanya cara mereka untuk menjaga kesehatan, tetapi juga sebagai ekspresi kasih sayang dan cinta. Ritual perawatan ini akan memperkuat ikatan sosial di antara kelompok, sehingga membuat mereka merasa lebih nyaman.

2. MONYET TIDAK HANYA MAKAN PISANG, LOH!

Selama ini, yang kita tahu makanan monyet adalah pisang atau kacang. Sebagian besar monyet merupakan hewan omnivora, artinya makanan mereka jauh lebih beragam, antara lain buah-buahan, kacang-kacangan, dedaunan, bunga, sayuran, kulit kayu, akar-akaran, hewan pengerat, burung, invertebrata, dan masih banyak lagi—apa pun yang tersedia di habitatnya yaitu hutan. Pisang sendiri merupakan tanaman pertanian. Sehingga pisang jarang sekali ditemukan di hutan. Jadi banyak kemungkinan sebagian besar monyet mungkin belum pernah mencicipi pisang sebelumnya.

3. MEREKA PERENANG YANG HEBAT!

Sebagian besar monyet merupakan perenang yang kuat dan sering ditemukan di daerah dekat dengan sumber air. Mandi dan menggunakan air sebagai sarana untuk berdandan dan mendinginkan tubuh, adalah kegemaran mereka.

4. SANGAT BERHATI-HATI MEMILIH POHON TIDUR

Karena monyet tidur di pepohonan pada malam hari, mereka sangat selektif dalam memilih tempat tidurnya. Biasanya para monyet memilih pohon-pohon yang tinggi, terpencil dan cabang-cabang pohon yang tidak bersentuhan dengan pohon lain. Hal ini dipercaya dapat mencegah predator berpindah antar cabang dengan mudah. Juga untuk mengurangi paparan dari gigitan serangga dan melindungi diri dari nyamuk pembawa malaria.

5. HEWAN NON-MANUSIA YANG CERDAS

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa monyet memiliki kecerdasan dan kemampuan kognitif yang luar biasa; termasuk dalam memecahkan masalah, pengenalan diri, dan pembelajaran sosial. Sayangnya, kecerdasan mereka telah dieksploitasi secara masif dalam penelitian ilmiah untuk mendapatkan wawasan tentang kecerdasan primata.

6. PEMAKAN KEPITING

Beberapa perilaku makan pada primata memang jarang terlihat oleh manusia. Namun, menurut pengamatan masyarakat pesisir terhadap monyet ekor panjang di dua lokasi yang berbeda di Indonesia, terlihat monyet sedang menangkap dan memakan ikan. Mereka juga diamati menggunakan batu sebagai alat untuk memecahkan tiram dan kepiting, lalu mengambil bagian dari hewan air tersebut yang dapat mereka makan.

7. CARA KOMUNIKASI YANG UNIK

Monyet saling terlibat dalam interaksi sosial yang kompleks, saling berdandan, bermain, dan berkomunikasi. Selain berkomunikasi dengan berbagai macam vokalisasi, ekspresi wajah dan gerak tubuh seperti memperlihatkan gigi, menampar bibir, ternyata menunjukkan alat kelamin juga digunakan para monyet dalam interaksi sosial; sering kali dilakukan untuk menandakan ketenangan. Kocak memang, ya.

8. MEMILIKI PERAN EKOLOGIS

Monyet seringkali membantu penyebaran benih dengan cara mengonsumsi biji kemudian disebarkan melalui kotorannya. Tetapi tidak banyak biji dimakan, justru dimuntahkan. Kantung pipi yang unik membuat mereka tidak menelan semua biji tersebut, sehingga masih dapat dibawa agak jauh dari tanaman sebelum diludahkan.

9. SERING TERJADI KONFLIK, NAMUN MUDAH BERDAMAI

Monyet ekor panjang (Macaca fasciscularis) hidup berkelompok dengan jumlah berkisar antara 20 hingga lebih dari 100 individu, dan biasanya lebih banyak jumlah monyet dewasa dibandingkan dengan monyet jantan. Di dalam kelompok seringkali terjadi konflik (perkelahian). Namun setelah konflik antar individu, si penyerang maupun si korban akan sering mendekati lawannya dan menunjukkan perilaku afiliatif, untuk rekonsiliasi atau memulihkan hubungan persahabatan pada keadaan semula.

10. BEBERAPA SPESIES TERANCAM PUNAH

Meskipun monyet secara umum tidak terancam punah, namun spesies tertentu menghadapi ancaman besar. Faktor risiko terbesar mencakup hilangnya dan fragmentasi habitat, penangkapan hidup-hidup untuk perdagangan hewan peliharaan global, dan perburuan untuk diambil dagingnya atau obat-obatan tradisional. Bayi-bayi monyet diburu untuk dijual sebagai hewan peliharaan, topeng monyet, disiksa untuk konten YouTube, bahkan di’panen’ dari hutan untuk diekspor sebagai hewan uji coba di laboratorium di Amerika Serikat dan Cina.

Menurut Status Daftar Merah IUCN (The International Union for Conservation of Nature): 40 spesies kritis, 72 spesies terancam punah--salah satunya Macaca fasciscularis atau monyet ekor panjang--, 78 spesies rentan, 34 spesies hampir terancam, dan 100 spesies yang memprihatinkan. Upaya konservasi difokuskan pada perlindungan habitat mereka dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mereka bagi ekosistem.

Upaya konservasi sangat penting dilakukan dalam melindungi habitat dan spesies tertentu yang terancam punah untuk menjamin kelangsungan hidup jangka panjang dari hewan-hewan luar biasa yang lihai bergelantungan. Lestarikan mereka di habitat aslinya!

wrapkit

We are simply friends who share similar views on treating non human animals with the respect and compassion they so rightly deserve.

Including the right to live free from unnecessary suffering and exploitation.

Reach us on Social Media

Our location is strictly unpublished due to safety and educational reason. To visit us, please make an appointment by sending us a request email. Make sure you have read our FAQ section before sending an email. It might need time until we finally keep-in-touch

This site is donated by Oninyon Software Solution - PT. Oninyon Revolusi Kreatif Indonesia