Page 1
Arunahero
Standard

Aruna the Animal Hero

Here’s an inspirational letter to a school teacher from Aruna Tung, a student of the Yogyakarta International School (YIS), who has been supporting AFJ every Christmas by donating some of the money she works hard to earn selling cheese sticks at school.
Aruna, you are our AFJ hero…
Hi Ibu Chintia! I would like to tell you one of the things i did in this Christmas holiday.
On the 5th of January 2014, we visited Animal Friends Jogja (AFJ) with some of mommy’s family.
 Animal Friends Jogja is a group of animal lovers who save animals from cruelty and educate people so they know more about animals and their needs. When we visited, they were taking care of dogs, cats,monkeys and dolphins. A lot of the dogs had either been in an accident that damaged their limbs or had skin diseases.
One dog escaped its owner’s house and got hit by a car and damaged its legs. When the owner saw that the dog was limping, she didn’t want it anymore. She told AFJ to take the dog or she would throw it away.  AFJ picked up the dog but the owner did not want AFJ to go to her house and they think she is a breeder. They took him and took care of him. It is very sad that people don’t accept animals that are not perfect.
Some other dogs had skin diseases and they have a different diet than the other dogs because they cannot have too much protein. The skin disease and the limp legs can be healed but like other medicines and treatments they need money.
We cared for the animals and decided to donate money. I sell cheese sticks at school and the money i got, i donated to AFJ. My cousin, Christopher and i all donated one hundred thousand rupiah, mommy and daddy paid three times our total amount.
Aruna and Jiway Tung at AFJ dog sanctuary

AFJ had two monkeys that they have rescued from street performers (topeng monyet) where the monkey is forced to perform and do tricks. Monkeys cannot stand upright but in the road they do. How the street performers achieve this? They hang the monkey and tie it hands together for two weeks without food until their backbone is straight. The monkeys in AFJ are taught how to solve problems like getting food out of a bottle or finding it so in the wild they can be prepared.

We asked how we can help and she said we can help by educating other people so they are more aware. If you would like to help the monkeys, don’t give  money because the owner we are never sure if the owner is going to use it for himself. You can give him a banana.

AFJ also helps dolphins in the dolphin circus. In many other countries they have banned dolphin circuses but in Indonesia there are some that are still going. Dolphins are wild animals like monkeys and cannot be tamed.

If we want to help dogs who are getting abused or tied up all the time and we want to report to AFJ we must have evidence like a video or pictures. We must take part in saving the dog and also taking care of it. Before taking the dog away from the owner, they try to educate the owner so they can take better care of their dog because some owners just don’t know how to take care of their dog. If the owner is actually being abusive, they take the dog away. Many dogs are involved in dog fights. Puppies are taught to fight and put in a dark room only getting visits from its owner to hit the dog until it is only scared of its owner and attacks anything else. People put money on the dogs that they think will win and the fight ends when one dog kills another. It is very sad that people do those type of things for fun. When the dog is saved, it is traumatized and needs lots of love. Other people make dogs into food! They like to kill the dog without seeing any blood so they put the dog in a bag and hit it over and over until it dies. The AFJ worker says that you can hear their cries and tears actually come out of their eyes.

Albus Dumbledore a rescue dog at AFJ
This concludes that we should not be cruel to animals because they have feelings and are living beings that deserve not to be treated badly. Wild animals cannot live in captivity and should be in the wild. We need to help in order for AFJ to keep on going. Maybe we can have our class visit them or we can ask AFJ to visit us and give a small presentation.  It will be so fun to see the animals! I think once AFJ visited YIS but they lost contact. We can learn things like how to work together, caring for animals and the environment and having fun!
Some rescued cats relaxing at AFJ
Thanks so much Aruna, we hope you like your new bandanna, please come again…
from all the AFJ dogs, cats and monkeys and the AFJ Guerilla Squad volunteers.
orion1
Standard

[Rescued] Orion – Abused, Blinded & Disabled!

Scroll down for English text

Hari bencana bagi Orion terjadi pada tanggal 28 November 2013. Dia dianiaya habis-habisan oleh seorang ibu kos di daerah Sewon, Bantul, Yogyakarta. Leher Orion diikat erat ke kaleng berisi batu pemberat. Melihat begitu rapi persiapan yang dilakukan, sudah jelas si ibu benar-benar berencana membunuh dengan membenamkannya ke sungai, diawali dengan menyiksanya lebih dulu!!

Menyaksikan Orion berjuang untuk hidupnya, menyeret-nyeret tubuh yang dibebani kaleng berisi batu berat untuk menjauh dari si penyiksa, para tetangga tidak melakukan apa-apa untuk menolong sang kucing malang saat si ibu memukulinya berkali-kali dengan gagang sapu :(

Untung saja salah satu relawan AFJ sedang berada di dekat lokasi, dia segera lari menuju si ibu dan merebut sapu darinya, menghentikan dia dari terus melakukan penyiksaan kejam itu. Tanpa terlihat menyesal, si ibu justru melontarkan sumpah serapah dan menyiram relawan dengan air, mengata-ngatainya sebagai mahasiwa tak berpendidikan karena membela kucing jelek! Hellooo, siapa ya yang tidak berpendidikan di sini ?? Dan tetap saja, tidak ada orang lain yang angkat bicara atau bersama sang relawan menghadapi si ibu yang kasar.

Orion sudah aman sekarang, satu minggu awal dia amat sangat ketakutan terhadap spesies bernama manusia, kami sama sekali tidak bisa menyentuhnya. Dia tidak bisa disalahkan setelah apa yang terjadi padanya. sekarang situasi makin membaik, perlahan Orion mulai membangun kepercayaannya pada kami.

Orion sudah diperiksa dokter dan diberi obat. Hasil x-ray tidak menunjukkan adanya retak atau patah tulang, itu bagus. Namun leher Orion membengkok ke kanan, dia hanya bisa jalan merangkak dan berputar, tidak bisa berjalan tegak atau lurus. Dan dari pengamatan kami, sepertinya Orion kehilangan penglihatannya, meskipun tidak sepenuhnya buta. Dokter hewan yang menangani hanya bisa menyarankan fisioterapi dan terapi akupresur rutin untuk memperbaiki kondisi Orion. Di sini, masih belum bisa mealukan CVT Scan atau MRI pada hewan untuk memeriksa apakah ada kerusakan otak atau tidak.

Tetangga dan bahkan anak si ibu sendiri mengatakan bahwa si ibu memang sangat temperamental, tetapi itu bukanlah alasan baginya untuk berhak melakukan penganiayaan yang sangat kejam pada makhluk tak berdaya! Apakah sang ibu juga korban dari penganiayaan di masa lalu? Apakah beliau dibesarkan di lingkungan yang tidak mengajarkan welas asih? Sejujurnya, kami merasa iba bahwa beliau harus hidup dengan sisi gelap itu di dalam dirinya, mungkin untuk sepanjang hidupnya-jika tak ada yang menolongnya.

Sangat menyedihkan bahwa kekejaman terhadap satwa masih terus terjadi di mana-mana, dan bahkan seseorang yang mungil pun sanggup melakukannya. Apakah kita akan terus membiarkan ini terjadi dan memuja sebentuk masyarakat tanpa nurani? Kita semua seharusnya was-was akan terus terjadinya kekejaman terhadap satwa, mengapa? Edukasi diri sendiri, cari tahu berbagai materi edukatif untuk mempelajari dan mencegahnya, beberapa tautan yang bisa dijadikan referensi misalnya di sini:

Benar-benar ada koneksi antara kekejaman terhadap satwa dan kekejaman terhadap sesama manusia.

Kamu bisa membantu Orion dan banyak satwa lain yang menderita karena penyiksaan, mari hentikan kekejaman terhadap satwa!! BERTINDAKLAH SEKARANG JUGA!! AFJ tidak akan bisa melakukannya sendirian, kami bukanlah siapa-siapa yang kebetulan saja memiliki sedikit ekstra ‘kenekatan’ untuk melakukan perubahan menuju dunia yang lebih baik. Bersama KAMU, tentu kita BISA!!

Hubungi kami di animalfriendsjogja@gmail.com dan jadilah bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.

“Kejahatan berkuasa ketika orang-orang yang baik tidak melakukan apa-apa” – Edmund Burke

 

English

The disaster day for Orion was on November 28, 2013. He was badly abused by a lady who owns a boarding house at Sewon, Bantul, Yogyakarta. Orion’s neck was tightly tied up to a can filed with rocks. Looking at how well-prepared the can was, it’s for sure that the lady did planned to kill him by drowning him in the river, after torching him first!!

Witnessing Orion struggled for his life, dragging his body burdened by the heavy can filled with rocks on his neck to get away from the abuser, the neighbors did nothing to help the poor cat as the lady repeatedly hitting him hard with a broom stick :(

Fortunately, one of AFJ volunteer happened to be near there, she ran immediately to the lady and grabbed her broom, stopped her from continuing her outrageous abuse. Not feeling any regret, the lady swore on her and splashed water to her, mocked her as an uneducated student who stupidly defending ugly cat! Who’s the uneducated one here anyway?? And still, nobody else spoke up or stood up next to our volunteer against the fierce lady.

Orion is safe now, for the whole first week he was severely terrified of human species, we couldn’t even pat him. We can’t blame him for that after what he’s been through. It gets better now, he slowly gains his trust.

Orion had been checked by a vet and got his medication. X-ray result shows no broken bones, that’s good. But Orion’s neck is bended, he can only crawl in circle, he can’t walk straight. And as we observed, Orion seems to lose his eyesight, he’s not completely blind, though. The vets could only suggest routine physiotherapy and acupressure therapy for him. CT Scan or MRI can’t be done to check if there’s brain damage or not.

Neighbors and even her own child said she’s indeed a temperamental woman, but it’s no excuse for her to do such horrific cruelty to a helpless creature! Was she a victim of abuse herself? Or was she brought up in a zero-compassion society? We really took pity on her that she has to live with that monstrous dark side of her, perhaps for the rest of her life-if nobody helps her.

Sadly, animal cruelty is still happening everywhere, it takes only a small person to do it. Will we continue letting this to exist and glorify such heartless society? We should all worry about cruelty to animals, why? Please educate ourselves, find useful articles to learn and prevent it, such as here:

There’s really a connection between cruelty to animals and cruelty to human beings.

You can help Orion and many animals who suffer from abuse, let’s stop animal cruelty!! ACT NOW!! AFJ cannot do it alone, we’re just nobodies with extra ‘craziness’ to make a change for a better world. Together with YOU, yes we CAN!!
Contact us at animalfriendsjogja@gmail.com and take your part to become the solution, not the problem.

“Evil prevails when good people do nothing” – Edmund Burke

sumur3
Standard

A KITTEN FELL INTO A WELL !

Scroll down for the English text

Suatu sore tanggal 3 November 2013, permintaan bantuan untuk menyelamatkan seekor kucing yang jatuh ke sumur datang dari Winda dan ibunya. Seharian mereka sudah berusaha mengeluarkan si kucing dari sumur dengan apapun alat yang mereka punya, tetapi semua usaha gagal. Sudah 9 jam si kucing berjuang untuk bertahan di ceruk dalam sumur, semakin lama Winda dan ibu makin kuatir si kucing tak mampu lagi bertahan. Hujan deras turun dan memperburuk situasi, Winda menutup sumur agar hujan tidak menaikkan debit air sumur dan membuat si kucing terendam makin dalam. 3 relawan bergegas ke lokasi dan dengan harapan terakhir, kami mencoba menghubungi teman-teman Mapala Caravan UGM. Mereka pernah 2x membantu penyelamatan di kasus serupa. Untunglah kemarin mereka siap sedia membantu.

Tidak lama teman-teman Caravan sampai di lokasi dengan peralatan lengkap. Tak menghiraukan derasnya hujan, mereka turun ke dalam sumur untuk menyelamatkan si kucing. Dan…semua berjalan mulus! Dengan keterampilan mereka akhirnya si kucing berhasil diselamatkan!! Horeee!!!

sumur1

Ternyata si kucing masih berusia sangat muda! Tidak tega rasanya membayangkan kengerian yang dirasakan kitten kecil ini terjebak di dalam sumur gelap berjam-jam! Dalam keputusasaan, Winda dan ibu hanya bisa menenangkan dari atas saat si kitten menangis minta tolong. Kami semua merasa lega saat tahu si kitten terlihat cukup baik kondisinya setelah apa yang dia alami. Tapi dia gemetar hebat dan ketakutan, dia lebih tenang saat ada yang memeluknya, tapi menjadi panik lagi kalau ada orang lain mendekat.

Anak kucing itu sementara dirawat di dalam kamar yang tenang di rumah Winda, dan hari ini seekor ibu kucing datang, seperti mencari-cari sesuatu dan mengeong-ngeong terus di dekat sumur. Winda merasa yakin itu adalah ibu si anak kucing, Winda melepas si anak kucing dan mempertemukan mereka. Dari sikap mereka yang cenderung menghindari manusia, sepertinya mereka kucing jalanan.
Lalu Winda menemui bahwa ternyata ada tetangga yang sering memberi makan kucing-kucing ini. Mengikuti saran kami, Winda dan tetangga akan mencoba menangkap si ibu dan anaknya lalu akan mensterilkan ibu kucing itu untuk mencegahnya hamil dan melahirkan lebih banyak kucing jalanan dengan masa depan yang tidak jelas.

Terimakasih sekali lagi untuk teman-teman mapala di Caravan UGM untuk respon segera dan kesediaan membantu tanpa ragu. Terimakasih Winda dan keluarga untuk usaha mereka menyelamatkan si kitten, keramahan dan untuk semua penganan plus minuman hangat yang disajikan malam itu. Enak, hehehe!

Satu quote hari ini dari satwa-satwa yang membutuhkan uluran tangan kita: Jangan cuma merasa kasihan, tapi BERTINDAKLAH!

Album lengkap di sini

sumur2

English

One afternoon on November 3, 2013, a call for help to rescue a cat who fell down to a deep well came from Winda and her mom. They had been trying all day to get the cat out with whatever tools they had, but every effort failed. It’s been 9 hours the cat struggled for his life inside the well, Winda and her mom were extremely worried he might not survive. A heavy rain came and made the situation worse, Winda could only cover the well to prevent water inside the well raised higher and drowned the cat. 3 volunteers rushed to the location and with the last hope we contacted our friends at Mapala (Nature Lover) Caravan of Gadjah Mada Univ. These guys helped us before with 2 similar cases. Fortunately, they were available! Yay!!

Not long after, they arrived with bunch of equipment. Under the rain, Caravan boys prepared the equipment and went down to rescue the cat. And…everything went smoothly, with their caving equipment and skill, the cat was successfully rescued!! Hooraaay!!

The cat is just still a kitten! It’s horrifying to imagine how frightened this kitten was inside the well for hours!! In desperation, Winda and her mom could only calm him frequently every time he cried for help. We were all so relieved that the kitten looked fairly alright after what he went through. But he was shaking and scared, he was calmer when somebody held him close, but he would be panicking if other person approached him.

The kitten was put in a quiet room at Winda’s house, but today a mother cat came, she was searching something and meowing constantly nearby the well. Winda’s sure that she’s the kitten’s mom, and she reunited them. From how they behave (avoiding human), they show signs that they are stray cats.
Later Winda found out that a neighbor’s actually feeding these strays everyday. So, following our suggestion, Winda and the neighbor will try to get the mom and the kitten again, and sterilize the mom to prevent her from getting pregnant again and creating more litters with uncertain future.

Thanks once again to Caravan UGM for their immediate response and willingness to help without hesitation. Thanks Winda and family for their endless effort to save the kitten, their friendliness and for all the snacks and hot drinks served for us :) Yummy!

Here’s the quote for today from the animals in need of help: Don’t just be sorry, DO SOMETHING!!

Full Album here

1239733_543747512363064_1975685927_n
Standard

Marie, Pit Bull Terlantar di Gereja

Perhatian: Cerita ini cukup membuat galau !

Karena permohonan bantuan untuk menyelamatkan seekor pit bull yang ditelantarkan, tanggal 20 September 2013 relawan AFJ dibantu oleh tim rescue JAAN (Jakarta Animal Aid Network) yang kebetulan sedang bersama kami, menjemput si doggy. Pit bull betina yang kami panggil dengan nama MARIE ini sebelumnya dikurung di ruangan sempit di lingkungan sebuah gereja sepanjang hari. Sebelumnya, ada 1 lagi doggy yang dikurung di sana bersama Marie, seekor anjing Golden Retriever, yang sayangnya tidak dapat bertahan selang sebulan mengalami kelaparan. Jangan tanyakan tentang cinta, makanan saja tidak disediakan untuk mereka!

Seorang gadis yang kuatir dengan nasib Marie menyampaikan kecemasannya pada kami, selama ini dia dan seorang temanlah yang berusaha membantu saat ada rejeki berlebih untuk membeli makanan bagi Marie. Pernah Marie jatuh sakit, mereka jugalah yang berusaha membawa Marie ke dokter dengan dana yang mereka punya. Bagiamana dengan sang ‘pemilik’? Mereka tidak peduli. Mengapa? Mungkin, karena memang tidak peduli, itu saja. Kok bisa? Entahlah, siapa yang bisa tahu apa yang sebenarnya ada di benak manusia dengan segala keresahan ego mereka?

1

2

3

Protes yang muncul tentang gonggongan Marie yang dianggap mengganggu aktivitas di sana kian hari kian deras. Hingga muncul rencana untuk menyingkirkan Marie. Si gadis yang kuatir memohonkan belas kasihan dan mengajukan diri untuk membawa Marie keluar dari sana. Sang ‘pemilik’ akhirnya setuju dengan syarat Marie harus secepatnya dipindah, atau….
Dengan keterbatasan yang dimiliki dan kegagalan mendapatkan tempat yang aman bagi Marie dalam waktu singkat, akhirnya kami putuskan untuk membantu merawat Marie di tempat yg aman dan memberinya perlakuan terbaik setelah sekian lama diabaikan. Geser sedikit ke sana, pindah ini itu ke situ, perbaiki ini dan itu, bagi tugas antara si A si B si C, dan….untungnya masih sangguplah segelintir relawan AFJ yang berdedikasi menyediakan tempat-waktu-energi bagi 1 ekor anjing lagi hingga Marie bisa mendapatkan orangtua asuh atau, lebih baik lagi; keluarga permanen yang penuh cinta.

Marie direlokasi ke rumah singgah kami. Masih dalam masa karantina untuk obeservasi, belum disosialisasikan dengan yang lain. Marie jelas menderita malnutrisi dan cacingan. Kami juga mendapati ada tremor di salah satu kaki belakangnya. Drh. Aniq yang membantu perawatan medis Marie berharap itu hanya karena kekurangan kalsium dan tidak mengarah ke infeksi virus distemper. Hasil tes darah cukup baik, untunglah, tidak terlihat ada gejala penyakit dalam yang serius. Berat badan Marie saat ditimbang hanya 15 kg! BB Marie harus mencapai minimal 20 kg sebelum bisa divaksin.

Bagaimana kamu bisa membantu Marie? Ini yang dibutuhkan Marie:

  1. Bantuan makanan berkualitas dan bernutrisi seimbang.
  2. Bantuan suplemen multi vitamin & obat cacing.
  3. Penghalau kutu & caplak (spot on/collar).
  4. Tali yang kuat dan tahan lama untuk sesi dog walking dan latihan kepatuhan. Kalung baru yang ciamik juga tidak ditolak lho
  5. Donasi dana untuk kelanjutan perawatan medisnya, dan secepatnya vaksinasi dan sterilisasi.
  6. Orang tua asuh atau lebih baik lagi Adopter bagi Marie. Berpengalaman merawat pit bull lebih disukai.
  7. Mengedukasi diri kita sendiri maupun keluarga/teman/lingkungan tentang pentingnya menghargai kesejahteraan satwa dan menjadi pendamping satwa yang bertanggungjawab dan berkomitmen!

Jumlah satwa yang butuh diselamatkan dan dibantu akan selalu MELAMPAUI jumlah mereka yang bersedia menyelamatkan dan membantu, jika kita tidak terus mengedukasi diri dan sesama, dan jika kita tidak menuangkan kehendak baik menjadi sebentuk AKSI NYATA. Edukasi adalah kunci untuk menciptakan dunia yang welas asih dan menghargai sesama, satwa dan planet Bumi ini.

Terimakasih pada tim rescue JAAN, Drh. Aniq and the gang, Widi Petcare yang sudah bantu pelatihan dasar Marie, KAMU yang peduli dan bertindak, dan always….the unbreakable Guerrilla Squad: A, E, H, L, R, S, T…you know who you are

Album lengkap, silakan lihat di sini

 

Bowie
Standard

Bowie is His New Name !

Dear Animalia,

masih ingat post kami mengenai Pre-Case kasus Molly di Klaten ? Ternyata, 4 relawan kami yang hari Kamis Malam tersebut berangkat ke Klaten mengalami kasus Rescue yang cukup ‘menambah pengalaman’ pada kasus kali ini. Pada saat mencari Bowie yang melarikan diri karena panik atau takut, relawan kami menyusuri desa tersebut dan mau-tidak-mau harus masuk kuburan karena pencarian yg memang memakan waktu dan tenaga (+uji nyali). Wah, tengah malam Jumat Kliwon masuk ke kuburan pasti membutuhkan niat yang kuat ya ! hehehe… Salut untuk para rescuer kami !

Bagaimana nasib Bowie sekarang ? Update kasus Bowie bisa dibaca dan dilihat pada salah satu album Facebook AFJ: klik link ini

Jika Anda ingin memberikan bantuan atau donasi kepada Bowie, harap kunjungi halaman ini untuk membaca tata cara donasi ke AFJ.

Ok. See ya !

DSC02283
Standard

Pre-case Molly di Kota Klaten

Hari ini, 29 Agustus 2013, beberapa relawan dari tim rescue AFJ akan melakukan perjalanan ke Klaten untuk menindaklanjuti laporan yang masuk dari salah seorang pelapor berinisial N. N melaporkan bahwa ada dua ekor anjing milik tetangganya yang semuanya bernama Molly, Molly hitam dan Molly Putih. Molly Putih diberlakukan tidak adil dan sudah sempat dipukuli oleh orang suruhan tetangganya yang disinyalir tukang jagal anjing. Untungnya, Molly berhasil kabur dan kembali lagi, namun kembali ke rumah sang pelapor (si N).

Sampai saat ini, mari kita tidak berasumsi negatif dulu dan mencoba untuk menunggu laporan yang didapat dari tim di Lapangan. Mohon doa dari teman – teman bagi kejelasan dan tindak lanjut kasus Molly, semoga ada keputusan yang terbaik yang dapat diambil demi keselamatan dan kebahagiaan Molly.

Fight !