Page 1
11075005_974036709274441_2474339725561860961_n
Standard

Stop Pembantaian Anjing Bali‬ & Tolak Reklamasi

‪#‎DogsAreNotFood‬ ‪#‎StopPembantaianAnjingBali‬ ‪#‎StopMassCullingInBali‬‪#‎EliminasiKejam‬ ‪#‎VaccinationToEliminateRabies‬‪#‎VaksinasiUntukBerantasRabies‬

‪#‎Repost‬ @thebullheadbali
・・・
Malam hari lalu, di ‪#‎SaveOurWorld‬ – UKM Musik UNHI/PERKUSHI, Kampus UNHI Bali. Untuk pertama kalinya, @ajxcool meninggalkan piranti drumnya dan mengisi satu sesi ke depan stage untuk berorasi tentang kasus Eliminasi yang terjadi di Kampus UNHI dan membawakan single kami “A Paradise Of The Dogs”. Di sesi berikutnya pun, lagi-lagi mars ‪#‎BaliTolakReklamasi‬ berkumandang dan merangsek nurani kawan-kawan mahasiswa untuk turut bernyanyi dan mengangkat simbol perlawanan ke udara. Benar-benar malam yang penuh dengan aura perlawanan..!!! Terima kasih untuk kawan-kawan mahasiswa atas antusiasnya untuk @kevingautama dari Steel Bone Rigid yang sudah membantu menggantikan sementara posisi @hadydirnt di Bass Player.

Standard

‪Petisi #‎DogsAreNotFood

Tandatangani & bagikan petisi ini:https://www.change.org/p/basuki-btp-suswono-sri-sultan-hb-x…

Ini adalah aksi lanjutan dari campaign ‪#‎DogsAreNotFood‬ beberapa waktu lalu. Kami masih butuh dukungan petisi untuk mencapai angka 150.000 pendukung.

Untuk itu kami meluncurkan video investigasi tentang Penyebaran rabies yang ternyata faktor utamanya adalah distribusi perdagangan daging anjing.

Hal ini sangat berkaitan oleh sebab itu hentikan perdagangan daging anjing untuk mensukseskan program Pemerintah ‪#‎IndonesiaBebasRabies2020‬

10401958_1624019974486338_3738498868698550309_n

‪#‎Fact‬ 1
‪#‎DogsAreNotFood‬

Check out our Investigation video and Please help sharing to your friends to end this cruelty.https://www.youtube.com/watch?v=zBXnEu7xApo

‪#‎IndonesiaBebasRabies2020‬

19791_1624105277811141_3061894306377995046_n

‪#‎Fact‬ 2
‪#‎DogsAreNotFood‬

Pernahkah kamu atau kerabatmu kehilangan anjing?

Bisa jadi inilah oknumnya. Demi memasok stok daging anjing mereka melakukan segala cara. Dari mulai ternakan mengambil anjing sakit dari jalanan, termasuk mencuri anggota keluarga kita.

Sebagai owner yg menyayangi doggy2 kita tentu hal ini tidak dapat diterima.

Mari bantu kami hentikan perdagangan anjing dengan mengisi petisi 

https://www.change.org/p/basuki-btp-suswono-sri-sultan-hb-x…

‪#‎IndonesiaBebasRabies2020‬
Go watch & share Investigation Video https://www.youtube.com/watch?v=zBXnEu7xApo

1536427_845132458891233_854088823100307750_n
Standard

Adoption Day #1 at Car Free Day

Just wanna share the happy moment of our first Adoption Day held at Car Free Day Jogja on last 15 February 2015.

The dazzling darlings who ruled the day were Jumpy John, Cuddly Elok, one-eyed Jack Sparrow, Run-around Red Dog and Ijan, and the swingy-legged-pretty-smiley Veva!!

11081167_845133688891110_5920724527426029956_n

There was a nice surprise for us, the Guerrilla Squad and our dazzling darlings when some of the adopted dogs with their new families joined us that day! What a great reunion with Copi and Papa Giovanni, Jaani-Scottea and Papa Nino, Rubine and Mama Marcella-Papa Patrick-li’l brother Nael!! The legendary dancer, Mas Didik Nini Thowok completed the happy adoption day with his presence, Jack Sparrow instantly signed up to be his number one fan since that very day!

11073561_845133878891091_4172471263515093506_n

 

Car-Free Day idea is to reduce air pollution from vehicles by closing the main avenue of the city from cars and inviting local pedestrian to exercise and having their activities on the streets that normally full of cars and traffic. It’s also a good way for families spending healthy quality time together. It was great, however we feel a bit concerned seeing so many trashes were left on the street. Oh c’mon people, we can do better than that! What’s the point of enjoying fresh air, loving animals, but causing other pollution on the street by littering? Remember, we live in this ONLY ONE EARTH, Human-animals-environment are interconnected with one another, let’s pledge to respect and care for one another, shall we?

1010146_845132368891242_3181300715233478508_n

Ready to adopt a new family member and give them a second chance to love and be loved? Check this out:http://animalfriendsjogja.org/page/adoption.php#howtoadopt
See you again in our next Adoption Day!

Thanks to all Guerrilla Squad who organized and made this happened succesfully: Poltak, Vivien, Nomen, Nuna, Ayu, Miany, Fandi, Bobb, Elly, Dilla, Stanley, Bagas, Prass, Lolita, Wout, Agas, Bernas and also YOU!!

‪#‎AdoptDontBuy‬ ‪#‎AdopsiJanganBeli‬ ‪#‎ProudToAdoptARescue‬ ‪#‎SaveALife‬

Standard

‪#‎SaveAllSharks‬ ‪#‎KamiCintaHiuDiLaut‬ ‪#‎SaveOcean‬

Berawal dari laporan adanya menu shark fin soup (sup sirip hiu) kepada Animal Friends Jogja (AFJ) yang akan disajikan pada malam perayaan Imlek, 18 Februari 2015 di Hotel Tentrem Yogyakarta, Dessy Zahara Angelina Pane yang akrab disapa Ina berkirim surat kepada manajemen hotel, pada Kamis (12/02/2015).

Dalam surat itu, AFJ mengkritisi, memberi penilaian, serta masukan kepada pihak hotel agar tidak menyajikan menu tersebut. Lima hari kemudian (17/02/2015), manajemen hotel baru merespon dan mengundang AFJ untuk bertemu pada Rabu (18/02/2015).

Dengan ditemani Bagas dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Rabu pagi Ina datang bertemu Nike Aristya Public Relation Manager Tentrem Hotel Yogyakarta, menanyakan pihak hotel akant etap menyajikan menu sirip hiu dan jenis hiu yang dikonsumsi.

Ina memaparkan dengan perburuan 100 ton ikan hiu per tahun menurut Organisasi Pangan Dunia (FAO), Indonesia menjadi negara terbesar penyumbang kepunahan ikan hiu. Padahal hiu berperan ekologis menjaga keseimbangan ekosistem di laut.

“Ketiadaan atau menurunnya populasi ikan hiu akan berakibat pada naiknya populasi predator dibawahnya dan menurunkan populasi ikan-ikan herbivora yang menyebabkan ekosistem tidak sehat,” kata Ina.

Ia menambahkan, Ikan hiu merupakan predator yang efektif karena hanya memakan ikan-ikan sakit, tua, dan lemah. Peran ini penting karena keberadaan hiu akan mencegah tersebarnya penyakit kepada ikan-ikan lain. Dalam hal perkembangbiakan, hiu berkembang biak dengan lambat. Usia hiu dewasa pada 5-15 tahun. Sekali beranak (ovivipar), hiu hanya menghasilkan 10-20 ekor anakan dengan rentang waktu masa beranak 2-3 tahun. “Jika hiu terus diburu dan dikonsumsi, maka tidak mungkin lagi bahwa hiu segera punah dan laut kita akan mati,” katanya.

Mengkonsumsi ikan hiu juga tidak baik untuk kesehatan karena predator teratas ekosistem laut itu berpotensi menyerap polusi laut seperti logam berat dan zat kimia lain seperti merkuri. Ina berharap Hotel Tentrem sebaiknya tidak turut serta dalam percepatan kepunahan hiu.

Sementara itu, Bagas dari JAAN menjelaskan, kepercayaan yang salah mengenai sup sirip hiu memang sudah ada sejak jaman Dinasti Ming karena para raja China dahulu sering memakan itu sehingga dianggap sebagai Chinese Delicacy Luxurious Item (makanan China yang lezat dan mewah).

“Sirip hiu menjadi industri bernilai miliaran rupiah di China karena dianggap makanan mewah, berkelas, dan menjadi menu kehormatan dalam acara-acara besar seperti Hari Raya Imlek,” kata Bagas.

Mitos keliru itu berdampak ke Indonesia, dengan perburuan ikan hiu. Lebih miris lagi, hasil investigasi JAAN dan AFJ, nelayan hanya mengambil siripnya, dan membuang badan hiu ke laut. Karena ukuran badan hiu yang besar, akan membebani kapal bila dibawa ke darat.

“Ini praktik sangat kejam bagi spesies satwa yang berperan besar menjaga kelestarian laut kita. Itulah yang menjadi alasan kami mengajak Hotel Tentrem untuk tidak turut serta dalam perusakan lingkungan dan kesehatan manusia,” kata Bagas.

Menanggapi hal tersebut, Nike Aristya Public Relation Manager Tentrem Hotel Yogyakarta kepada Mongabay mengatakan, pihaknya sudah membaca surat keberatan dari AFJ dan mengakui akan menyajikan menu shark fin soup (sup sirip hiu) pada malam Imlek. Ia mengatakan sesuai aturan hiu jenis kikir (Zhang Min Zhu) tidak dilindungi. “Jenis hiunya tidak dilindungi. Kami tidak menjual dan membeli sirip hiu ilegal Bisa di cek dan kami membeli secara legal,” kata Nike.

Beberapa hotel lain yang punya restoran china di Jogja juga menyajikan menu serupa. “Untuk malam Imlek besok kami tidak bisa membatalkan menu sirip Hiu. Kami juga sudah jualan menu sejak lama, sudah ada yang membeli dan memesan menu tersebut. Yang penting hiu yang dibeli itu tidak masuk kategori hiu dilindungi,” tambah Nike.

Nike menambahkan, pihaknya mendukung konservasi dan berjanji akan meniadakan menu tersebut untuk yang akan datang. Namun menurutnya disetiap chinese restoran pasti ada menu sirip hiu, karena bagi kaum Tionghoa, sirip hiu dianggap sumber kemakmuran.

“Kami akan meniadakan menu shark fin di chinese restoran sebagai bukti nyata dukungan kami untuk konservasi hiu dan satwa lain yang dilindungi,” Kata Nike menutup obrolan.

Aturan Perlindungan Hiu

Di Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan ikan hiu paus (Rhincodon typus) sebagai jenis ikan yang dilindungi secara penuh melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 18 Tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus).

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) selaku juga telah memberikan rekomendasi perlindungan penuh ikan hiu paus melalui surat Nomor. 2425/IPH.1/KS.02/X/2012 tanggal 12 Oktober 2012.

Saat ini ikan hiu paus masuk ke dalam Appendiks I CITES dan juga termasuk kedalam daftar merah IUCN dengan kategori rentan (vulnerable).

Ikan hiu paus yang dikenal dengan sebutan hiu totol atau hiu bodoh merupakan salah satu jenis ikan hiu terbesar di dunia. Indonesia merupakan salah satu jalur migrasi dari ikan hiu paus, hal ini terbukti dengan seringnya jenis ikan ini ditemui di beberapa wilayah perairan Indonesia seperti perairan Sabang, Situbondo, Bali, Nusa Tenggara, Alor, Flores, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua. Sepanjang tahun ikan ini dapat ditemukan di sekitar Tanjung Kwatisore, Nabire Papua dengan jumlah populasi diperkirakan sekitar 27 – 41 ekor.

sumber :

http://www.mongabay.co.id/2015/02/21/miris-hotel-ini-sajikan-menu-sirip-hiu-saat-imlek/

https://www.facebook.com/animalfriendsjogja/posts/827714863966326

Standard

UPDATE, ban shark fin soup at hotel Tentrem Jogja #saveshark

Halo Sahabat Satwa, hari ini pukul 11.00 AFJ diundang berdialog dengan pihak Hotel Tentrem Yogya sehubungan dengan penyajian menu sirip ikan hiu. Mari apresiasi itikad baik pihak Hotel Tentrem dengan memberikan dukungan untuk menghantikan penyajian menu ikan hiu di Hotel Tentrem Yogyakarta. Hasil dialog akan kami kabarkan kembali.‪#‎AkuCintaHiuDilaut‬ ‪#‎SelamatkanHiuSelamatkanLaut‬ |

 

Dear Animal Friends, we received invitation to have a dialogue at Tentrem Hotel today at 11.00 a.m regarding their restaurant’s shark fin soup menu. Let’s appreciate Tentrem Hotel’s good will by keeping on supporting them to join the efforts to ban shark fin soup. We’ll update the result of our dialogue. ‪#‎WeLoveSharksInTheOcean‬ ‪#‎SaveSharksSavetheOcean‬

10689947_822087437862402_7203988410177121960_n
Standard

ban shark fin soup at hotel Tentrem Jogja #saveshark

Terimakasih untuk semua Sahabat Satwa yang hadir di Adoption Day di CFD Jogja 15 Feb 2015 smile emoticon Posting kabar dan foto-foto, sabar ya…Sementara ini, kami perlu bantuan untuk menghentikan kekejaman terhadap HIU dan menyadartahukan tentang buruknya mengonsumsi hiu bagi kesehatan dan ekosistem laut. Tolong bantu menyelamatkan hiu dengan mengirimkan email keberatan ke info@hoteltentrem.com untuk menghimbau agar Hotel Tentrem tak lagi menyediakan menu ikan hiu. Fakta-fakta tentang hiu bisa dibaca di http://savesharksindonesia.org/ | Thanks to you all Animal Friends who participated at Adoption Day at CFD Jogja 15 Feb 2015 smile emoticon Pls be patient for our posting on this page…In the meantime, we’d need help from you to stop cruelty to sharks and to educate the public how dangerous it is for health and marine ecosystem if we eat sharks! Please help us to ban shark fin soup at hotel Tentrem Jogja by sending email to info@hoteltentrem.com to ban shark being served as food. Check this out for facts about sharks:http://savesharksindonesia.org/

480145_3928394937318_897838597_n
Standard

Stop the cruelty of animal circus!! #Pati

Aksi Protes teman-teman dari Komunitas BOEMI Pati pada tangal 22 Januari 2015 untuk Menolak Praktik Pertunjukan Satwa Keliling Batang Dolphin Center (23 Januari-22 Februari 2015) di Kabupaten Pati.
Stop kekejaman sirkus satwa!! Ketika peraturan berpihak pada pelaku eksploitasi, DIAM BUKAN PILIHAN!! Tetap berjuang untuk kelestarian alam dan satwa! | Our friends, BOEMI Community held a long march on 22 January 2015 to fight against Batang Dolphin Center’s animal traveling circus in Pati (23 Jan-22 Feb ’15). Stop the cruelty of animal circus!! When regulations defend the exploiters, TO REMAIN SILENT IS NOT AN OPTION! Keep the fight !! ‪#‎StopSirkusLumba‬ ‪#‎StopDolphinCircus‬‪#‎StopAnimalAbuse‬ ‪#‎StopEksploitasiSatwa‬ ‪#‎TetapLiar‬

1743527_10202886773474708_5275997987046384592_n1
Standard

Lombok Awareness Tour #savesharks Aku Cinta Hiu di Laut

Tanjung Luar, Lombok Timur, selama beberapa tahun belakangan ini memiliki reputasi yang kurang baik; wilayah itu terkenal dengan perburuan besar-besaran hiu dan manta ray! JAAN mengunjungi Tanjung Luar setelah menerima berbagai laporan tentang pembantaian Lumba-lumba untuk digunakan sebagai umpan hiu. Sejak saat itu, JAAN mulai bergerak dengan berbagai kegiatan di wilayah itu, diawali dengan mengadakan riset dan berkoordinasi dengan pemerintah mengenai permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan.
JAAN bekerjasama dengan Gili Eco Trust untuk program ini dan pada tahun 2014, JAAN dan Animal Friends Jogja (AFJ) bekerja bersama untuk mengadakan tur kepedulian di wilayah tersebut. Pertunjukan boneka edukatif yang dirancang khusus serta dibuat oleh relawan-relawan dan mengangkat tema penyelamatan hiu dan ekosistem laut ini berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lain yang berada di desa-desa nelayan di dalam dan sekitar wilayah Tanjung Luar.
Selama bulan November 2014, pertunjukan boneka ini berkeliling mengadakan edukasi di 7 sekolah di Tanjung Luar (Keruak), Lombok.
#SelamatkanHiu #SaveSharks #LautLestari

10334247_10202886773954720_394843283073352254_n 1743527_10202886793635212_302289785829655337_n 13680_10202886874317229_6449456108814797329_n 10730861_10202886781634912_3462067350477843364_n 10704190_10202886781114899_1041770588266005992_n 10425085_10202886779074848_8616013372608189526_n

Standard

Puppetshow “Lulu si Lumba-lumba”

Hi Sahabat Satwa Jogja,
Kalau ingin puppetshow “Lulu si Lumba-lumba” datang ke sekolah, playgroup, kindy, kampung Anda, silahkan kontak AFJ di animalfriendsjogja@gmail.com. Kita bisa belajar bersama mengenai lumba-lumba dan kekejaman yang dialami lumba lumba dalam sirkus keliling yang masih marak di wilayah Indonesia. Sungguh memprihatinkan bahwa Indonesia adalah NEGARA SATU-SATUNYA di dunia yang masih memberi ijin pentas sirkus keliling lumba-lumba, di belahan dunia lain, sirkus keliling lumba-lumba dan aneka satwa SUDAH DILARANG karena sangat menyiksa satwa dan memberikan informasi yang sangat keliru mengenai kehidupan satwa.

Selain belajar peduli tentang si Lumba-lumba, mamalia laut yang cerdas, anak-anak bisa bertemu juga dengan anjing atau kucing, belajar pentingnya memilah sampah, tidak buang sampah sembarangan, belajar membuat kerajinan daur ulang, permainan seru lain dan bernyanyi bersama lagu-lagu cinta satwa dan alam.
Untuk remaja dan dewasa, ada program nonton film edukatif, diskusi dan quiz bersama…

Yuk rencanakan acara mulai sekarang untuk tahun depan..and let’s have fun learning about animals and nature. Thank you.
http://youtu.be/t8w7tAR4JAY