Bu Isti, the Cats Hero – Be Inspired, Find the Strength in You

Scroll down for English text

Kami berjumpa dgn Bu Istiatun melalui drh. Andre Lisnawan yang bercerita tentang seorang ibu yang berjuang sendirian untuk memperbaiki nasib kucing jalanan di Magelang, Jateng. Hati ibu ini tersentuh menyaksikan buruknya nasib yang dihadapi kucing-kucing buangan di pasar. Bu Isti memberi makan mereka, membawa yang sakit ke dokter dan merawat mereka semampunya. Tapi kian hari kian banyak kucing dibuang ke pasar, beberapa melahirkan anak-anak kucing dengan nasib yang tidak jelas di pasar dan menambah jumlah kucing tak berumah di sana. Banyak orang di pasar membenci mereka, bahkan berniat meniadakan mereka. Tanpa dukungan dari suami, tak mungkin Bu Isti membawa mereka pulang, belum lagi rumahnya sangat sempit. Meski didera tantangan ini, menyerah tidak ada di kamus Bu Isti! Beliau mulai mencari tahu bagaimana cara yang tepat baginya untuk menolong dengan keterbatasannya. Beliau mendapat informasi bahwa sterilisasi adalah cara yang tepat dan manusiawi untuk mencegah overpopulasi, dan dari situlah beliau bertemu dengan drh. Andre di kliniknya.

Siapakah beliau? Bu Istiatun mencari nafkah dengan membuat dan menjual es batu, setiap hari beliau keliling mendistribusikan es batunya ke warung-warung di seputaran Magelang dengan motornya. Beliau bukanlah jutawan, tapi dari setiap rupiah yang bisa dikumpulkan, ditabung untuk membeli kandang lipat dan membayar biaya sterilisasi. Sementara itu, pelan-pelan Bu Istiatun mengadakan pendekatan dengan penjaga dan orang-orang di pasar bahwa ada cara yang baik untuk mencegah overpopulasi kucing, bukan dengan menyingkirkan mereka, tapi dengan sterilisasi. Dengan memberikan contoh, beliau juga mengajarkan untuk bersama merawat kucing-kucing itu, dan menyadarkan warga pasar bahwa kucing-kucing tsb hanyalah korban dari ketidakpedulian manusia. Mereka tidak punya pilihan selain bertahan hidup di kerasnya kehidupan jalanan, dan kitalah yang berbagi tempat dengan mereka, kita yang mempunyai hati meskipun juga berjuang untuk hidup, adalah yang bisa menolong kucing-kucing itu.

Beliau tidak tahu internet, facebook, apalagi twitter, atau instagram, tetapi beliau mampu mengedukasi diri tentang hal baik apa yang bisa dilakukan untuk kucing-kucing jalanan. Tanpa bantuan dari siapapun tapi dirinya sendiri dan semangat kuatnya melakukan kebaikan, beliau selama ini terus melaksanakan program sterilisasi bagi kucing-kucing yang dibuang ke pasar. Biasanya, bisa sampai 8 kucing disterilkannya tiap bulan. Selepas berjualan es, bu Isti akan bolak balik dari pasar ke klinik untuk mengantar kucing-kucing yang akan disterilkan. Kandang-kandang perawatan diletakkannya di sebuah sudut di pasar. Setiap hari pula beliau akan bolak-balik ke pasar untuk merawat dan memberi makan kucing-kucing itu. Sembari beliau, dengan keramahannya dan keceriaannya, membujuk warga pasar agar bersedia membantu ‘mengadopsi’ dan memelihara kucing-kucing yang telah disterilkan untuk seterusnya. Tidak hanya membujuk mereka memelihara, Bu Isti juga tetap membantu memberi ‘subsidi’ makanan untuk kucing-kucing itu. Perlahan tapi pasti, satu persatu warga pasar jatuh hati dan tumbuh cinta di hati mereka untuk kucing-kucing itu :)

Dengan kalkulasi di atas kertas, sepertinya tidak mungkin bagi Bu Isti dengan pendapatannya hanya dari berjualan es batu untuk sanggup membiayai sekian banyak pengeluaran untuk membantu kucing-kucing itu, tetapi ternyata, dengan ketidakegoisannya, beliau bisa!

Semoga kisah Bu Isti mengisnspirasi kita di penghujung tahun 2013 ini, kita yang mudah mengeluh, mudah menyerah, mudah mengorbankan mereka yang paling tak memiliki suara dari yang tak mampu bersuara; para satwa terlantar, untuk kepentingan kita pribadi.

Selamat Tahun Baru 2014

Album lengkap di sini
English

We came across Ms. Ismiatun through Vet Andre Lisnawan, he told us this story about a one-woman struggle to better the lives of stray cats in Magelang, Central Java. Her tender heart was touched one day witnessing the ugly fate that stray cats had to face at the market. She fed these cats, took the sick ones to the vet and did whatever best she could do to care for the cats, but more and more cats were dumped to the market, some gave birth at the market and increased the number of homeless cats there, many people hated them and even tried to kill them. Her unsupportive husband didn’t allow her to take in those poor cats, but giving up is not an option for her, she started to gather information by herself on the proper way to help amidst her limitations. She found out that sterilization can prevent overpopulation significantly and humanely and it brought her to meet Vet Andre at his clinic.

Who is she? Ms. Ismiatun makes and sells ice blocks for a living, every day she distributes those ice blocks to several small restaurants around the town with her motorcycle. It doesn’t make her a millionaire, but every penny she could get from time to time was put in her saving to purchase cat cages and pay the expenses of sterilization surgery. In the meantime, she educated the guard and the sellers at the market that there’s better way to overcome cat overpopulation crisis, not by killing the innocent cats, but through sterilization. She also taught them by example to care for the cats together, and that those cats are only the victims of people’s ignorance. They had no choice but to survive the harsh of street life and we’re the ones sharing space with them, we who care despite our own struggle, are the ones who should help them.

She knows no internet, facebook, twitter or instagram, but she’s able to educate herself on what good thing she can do for the stray cats. With no help from anyone else but her and her strong good will, she’s been managing and doing continuous sterilization program for stray cats who were dumped and surviving in a traditional market in Magelang. Usually, she can sterilize up to 8 cats every month. After work, she’d go back and forth from the market to the clinic to bring the cats inside the baskets at the back of her motorcycle. She put post care cages at a corner of the market. And everyday, she’d also go back and forth to feed and care for the cats. With her friendliness, she’d talk to the market people, encouraging them to help by ‘adopting’ the sterilized cats. She doesn’t just ask them to look after the cats, but she continuously give food subsidy. Slowly but sure, more and more of the market people fall for the cats, grow love over them :)

On the paper, it’s not possible for Bu Isti to spend that much amount of money from what she gets from just selling ice blocks on those cats, but however, over unselfishness, there’s always a way!!

Hopefully, Ms. Ismi’s story can inspire us all, WE who are always not thankful enough of what we have, WE who give up so easily, WE who choose to let the most voiceless of the voiceless; the abandoned animals, suffer for our selfishness.

Happy New Year 2014

Full Album here

Comments

comments

Comments are closed.