Page 1
11075005_974036709274441_2474339725561860961_n
Standard

Stop Pembantaian Anjing Bali‬ & Tolak Reklamasi

‪#‎DogsAreNotFood‬ ‪#‎StopPembantaianAnjingBali‬ ‪#‎StopMassCullingInBali‬‪#‎EliminasiKejam‬ ‪#‎VaccinationToEliminateRabies‬‪#‎VaksinasiUntukBerantasRabies‬

‪#‎Repost‬ @thebullheadbali
・・・
Malam hari lalu, di ‪#‎SaveOurWorld‬ – UKM Musik UNHI/PERKUSHI, Kampus UNHI Bali. Untuk pertama kalinya, @ajxcool meninggalkan piranti drumnya dan mengisi satu sesi ke depan stage untuk berorasi tentang kasus Eliminasi yang terjadi di Kampus UNHI dan membawakan single kami “A Paradise Of The Dogs”. Di sesi berikutnya pun, lagi-lagi mars ‪#‎BaliTolakReklamasi‬ berkumandang dan merangsek nurani kawan-kawan mahasiswa untuk turut bernyanyi dan mengangkat simbol perlawanan ke udara. Benar-benar malam yang penuh dengan aura perlawanan..!!! Terima kasih untuk kawan-kawan mahasiswa atas antusiasnya untuk @kevingautama dari Steel Bone Rigid yang sudah membantu menggantikan sementara posisi @hadydirnt di Bass Player.

Standard

‪Petisi #‎DogsAreNotFood

Tandatangani & bagikan petisi ini:https://www.change.org/p/basuki-btp-suswono-sri-sultan-hb-x…

Ini adalah aksi lanjutan dari campaign ‪#‎DogsAreNotFood‬ beberapa waktu lalu. Kami masih butuh dukungan petisi untuk mencapai angka 150.000 pendukung.

Untuk itu kami meluncurkan video investigasi tentang Penyebaran rabies yang ternyata faktor utamanya adalah distribusi perdagangan daging anjing.

Hal ini sangat berkaitan oleh sebab itu hentikan perdagangan daging anjing untuk mensukseskan program Pemerintah ‪#‎IndonesiaBebasRabies2020‬

10401958_1624019974486338_3738498868698550309_n

‪#‎Fact‬ 1
‪#‎DogsAreNotFood‬

Check out our Investigation video and Please help sharing to your friends to end this cruelty.https://www.youtube.com/watch?v=zBXnEu7xApo

‪#‎IndonesiaBebasRabies2020‬

19791_1624105277811141_3061894306377995046_n

‪#‎Fact‬ 2
‪#‎DogsAreNotFood‬

Pernahkah kamu atau kerabatmu kehilangan anjing?

Bisa jadi inilah oknumnya. Demi memasok stok daging anjing mereka melakukan segala cara. Dari mulai ternakan mengambil anjing sakit dari jalanan, termasuk mencuri anggota keluarga kita.

Sebagai owner yg menyayangi doggy2 kita tentu hal ini tidak dapat diterima.

Mari bantu kami hentikan perdagangan anjing dengan mengisi petisi 

https://www.change.org/p/basuki-btp-suswono-sri-sultan-hb-x…

‪#‎IndonesiaBebasRabies2020‬
Go watch & share Investigation Video https://www.youtube.com/watch?v=zBXnEu7xApo

11102769_849687915102354_4267264621913767478_n
Standard

Update: Ulet Bulu Is Home & Happy!

Scroll down for English version, Buddies!

Kisah Ulet Bulu sebelumnya: https://www.facebook.com/media/set/…

Berbagi kebahagiaan sore ini dengan mengabarkan bahwa Ulet Bulu sudah pulkam alias pulang kampuang ke Klaten tanggal 17 Maret 2015 yang lalu. Bulu melepas rindu sama adiknya si Anak Babi dan Mama Mopi. Suasana kayak pesta kecil deh dengan kehadiran bocah-bocah cilik penyayang yang ceria sekali menyambut kepulangan Bulu!

Ulet Bulu masih perlu dibawa kembali ke Klinik Hewan Jogja untuk kontrol dan rontgen ulang tgl 8 April 2015 mendatang, untuk melihat perkembangan kondisinya selepas operasi. Akan butuh waktu bagi Bulu untuk sembuh, untungnya dia punya seseorang seperti Nathalia yang mendampingi dan berusaha membantu saat orang yangs eharusnya merawat Bulu justru tak peduli lagi. Kami juga bahagia masih ada individu-individu seperti KAMU yang peduli; donasi yang diberikan untuk bantuan bagi Ulet Bulu sudah bisa membayar ¼ dari total biaya operasi + pengobatan + rawat inap.

11045440_849687898435689_5433238150016003468_n     11096507_849687871769025_2986592016897689302_n

Kami masih memikirkan cara dan cari waktu untuk mengadakan program edukasi mengenai pentingnya sterilisasi untuk mengendalikan populasi anijng di area tsb, dan semoga akan dapat mengadakan baksos sterilisasi juga di sana.

Kalau kamu masih mau membantu Ulet Bulu atau ingin terus mendukung program-program kami seperti edukasi dan sterilisasi, baca caranya di sini ya: http://animalfriendsjogja.org/page/donation.php#howtodonate
Tetaplah keren dan peduli! Terima kasih smile emoticon

====
Previous story: https://www.facebook.com/media/set/…

Just wanna share the news that Ulet Bulu has returned to his hometown on March17, 2015, joining his brother Anak Babi (Piglet) and his mom Mopi. It was like a small party with all the kids who came to welcome Ulet Bulu back!

Ulet Bulu will need to be taken back to Klinik Hewan Jogja on April 8, 2015 for evaluation and another x-ray to check on the progress of his surgery. It will take some time for Ulet Bulu to recover completely and we are glad that he has a caring person like Nathalia who stood by him and made effort to help him when the one who supposed to be responsible in taking care of Ulet Bulu walked away. It is also because of YOU who give a helping hand; donation received has covered almost ¼ of the total expenses.

10636214_849687978435681_2233888020156389744_n      10485920_849687988435680_5381350362155178419_n

We’re looking for a way to conduct an education program on the importance of sterilization to control dogs population in that area, and hopefully, mass sterilization drive as well.

If you still want to help Ulet Bulu or give support for our education and or sterilization program, here’s how:http://animalfriendsjogja.org/page/donation.php#howtodonate

Thank you! Stay awesome and caring, as always!

1536427_845132458891233_854088823100307750_n
Standard

Adoption Day #1 at Car Free Day

Just wanna share the happy moment of our first Adoption Day held at Car Free Day Jogja on last 15 February 2015.

The dazzling darlings who ruled the day were Jumpy John, Cuddly Elok, one-eyed Jack Sparrow, Run-around Red Dog and Ijan, and the swingy-legged-pretty-smiley Veva!!

11081167_845133688891110_5920724527426029956_n

There was a nice surprise for us, the Guerrilla Squad and our dazzling darlings when some of the adopted dogs with their new families joined us that day! What a great reunion with Copi and Papa Giovanni, Jaani-Scottea and Papa Nino, Rubine and Mama Marcella-Papa Patrick-li’l brother Nael!! The legendary dancer, Mas Didik Nini Thowok completed the happy adoption day with his presence, Jack Sparrow instantly signed up to be his number one fan since that very day!

11073561_845133878891091_4172471263515093506_n

 

Car-Free Day idea is to reduce air pollution from vehicles by closing the main avenue of the city from cars and inviting local pedestrian to exercise and having their activities on the streets that normally full of cars and traffic. It’s also a good way for families spending healthy quality time together. It was great, however we feel a bit concerned seeing so many trashes were left on the street. Oh c’mon people, we can do better than that! What’s the point of enjoying fresh air, loving animals, but causing other pollution on the street by littering? Remember, we live in this ONLY ONE EARTH, Human-animals-environment are interconnected with one another, let’s pledge to respect and care for one another, shall we?

1010146_845132368891242_3181300715233478508_n

Ready to adopt a new family member and give them a second chance to love and be loved? Check this out:http://animalfriendsjogja.org/page/adoption.php#howtoadopt
See you again in our next Adoption Day!

Thanks to all Guerrilla Squad who organized and made this happened succesfully: Poltak, Vivien, Nomen, Nuna, Ayu, Miany, Fandi, Bobb, Elly, Dilla, Stanley, Bagas, Prass, Lolita, Wout, Agas, Bernas and also YOU!!

‪#‎AdoptDontBuy‬ ‪#‎AdopsiJanganBeli‬ ‪#‎ProudToAdoptARescue‬ ‪#‎SaveALife‬

11071168_841935149210964_8156661242712522179_n
Standard

Ulet Bulu Request For Help

Scrool for English Version

Ulet Bulu, saya namakan begitu karena dia seperti bulu-bulu jalan saking gemuknya,dia puppy kepunyaan tetangga rumah. Sering banget main ke rumah. Sabtu pagi, 1 Maret 2015, Ulet Bulu dilaporkan anak tetangga tertabrak motor, kulihat dua kaki belakangnya tidak bisa menopang,dan beberapa lecet di paha dalam.Kata mereka Ulet Bulu mengalami kecelakaan tanggal 28 Februari 2015.

Siangnya saya menelpon dokter hewan terdekat untuk datang mengecek kondisi Ulet Bulu, sementara hanya bisa dikasih obat pereda nyeri dan vitamin karena lokasi kami di pelosok Klaten dan jauh dari klinik. Ulet Bulu diduga mengalami patah tulang. Si pemilik tidak terlihat mau ikut mengobati, sekedar diajari meminumkan obat juga tidak mau. Ternyata dia tidak mau lagi mengurus Ulet Bulu karena sudah cacat, dan malahan mbak yang membantu di rumahku disuruh mengambil Ulet Bulu. Saya sempat kebingungan karena saat ini saya sedang merawat Pakde yang sakit, selain merawat anak saya dan anjing-anjing saya di rumah, lagipula saya tidak memiliki kendaraan untuk membawa Ulet Bulu ke Jogja.

Akhinya, atas bantuan AFJ, Ulet Bulu bisa dibawa ke Klinik Hewan Jogja (KHJ) untuk mendapat penanganan lebih baik. Setelah dirontgen, terlihat ada patahan di kaki kanan yang membelah tulang paha,dan retak di kaki kiri dekat persendian lutut.

Siang tanggal 8 Maret, operasi sudah dilakukan di KHJ ditangani drh. Agung. Ternyata callus tulang sudah terbentuk dan tidak bisa dipasang pen, tapi dipasang kawat penguat.Saat ini Ulet Bulu masih dirawat inap di KHJ sampai kondisinya stabil dan bisa dirawat jalan di rumah saya.

Drh. Agung dan KHJ memberikan kelonggaran dan keringanan pembayaran, namun masih terasa sangat berat bagi saya untuk dapat melunasinya sendiri. Karena itu saya memohon kemurahan hati dari teman-teman untuk membantu pelunasan biaya operasi dan pengobatan Ulet Bulu. \
Pemeriksaaan dan pengobatan pra operasi di klinik sudah dibayar oleh AFJ.
Teman-teman yang ingin membantu Ulet Bulu bisa berdonasi ke AFJ, caranya di sini:http://animalfriendsjogja.org/page/donation.php#howtodonate
Atau hubungi animalfriendsjogja@gmail.com

Saya berjanji akan memberikan update berkala tentang Ulet Bulu melalui AFJ dan teman-teman yang sudah bersedia membantu bisa menghubungi saya langsung via email di grandecaramel_macchiato@yahoo.com
Terimakasih banyak sebelumnya

(Ruth Nathalia)

_____

———-

“I named him Ulet Bulu (Hairy Caterpillar) because he looks like a chubby walking fur-ball. Ulet Bulu belonged to my neighbour. Ulet Bulu often comes to our house to play and eat. On Saturday morning, March 1st 2015, some children reported that Ulet Bulu’d been hit by a motorcycle. I saw both of his back leg couldn’t support his body and there’re several blisters in his inner thigh. They said that the accident happened on 28th February 2015.

In my neighbourhood, many people have dogs as pets but they just let the dogs roam around the neighbour. They rarely feed their dogs. So it’s almost impossible to see them bringing their dogs to vet when their dogs are ill! The children in my neighbourhood often come to me for help if their dogs are ill.

At noon, that Saturday, I called the nearest Vet in my place to come and check Ulet Bulu’s condition. He gave Ulet Bulu analgesic and vitamins because our place is located in a quite remote area in Klaten and far away from animal clinic. He diagnosed that there’s some bone fractures, but there was nothing else he could do because Ulet Bulu would need further treatment. The ‘owner’ didn’t care at all about Ulet Bulu’s condition. Not even willing to be taught how to gave the medicine to this poor puppy. In fact, they don’t want to take care of him anymore because now Ulet Bulu’s handicapped! They ‘gave away’ Ulet Bulu to our housemaid who loves dogs but however she’s not capable of caring for one. I was so confused because right now I’m taking care of my sick uncle who needs intensive care, my daughter, and the dogs at my house, beside the limited time, I also don’t have vehicle to take Ulet Bulu to Jogja for further treatment.

Finally, AFJ helped us to take Ulet Bulu to Klinik Hewan Jogja (KHJ) to get a better treatment. The x-ray result showed that there were fractures on the right leg that cleave the thigh bone and also at the left leg near to its joint.
At noon on 8 of March, a surgery to fix the broken bone was conducted by Vet Agung at KHJ. The plan was to perform internal fixation utilizing plates. However, he found out that the bone callus was already formed, so the option left was to fix the bone with wire. Now, Ulet Bulu is still getting an inpatient care at KHJ until he’s stable and can be taken care at my house.

Vet Agung and KHJ gave us a lenience and relief payment, but still it’s hard for me to pay it off by myself. So I’m asking for your generosity to help me out for the surgery and medical expenses for Ulet Bulu. I will take care of Ulet Bulu at my home during his recovery period. It may take months for him to recover.

Thank God, the cost of pre-surgery examination and medication at the clinic has been paid off.
I can’t thank enough to all of you who care about Ulet Bulu.
If you want to help Ulet Bulu please send your donation via AFJ. Here’s how:
http://animalfriendsjogja.org/page/donation.php#howtodonate
or please contact AFJ for further information via email to: animalfriendsjogja@gmail.com

I promise, I will give periodic update about Ulet Bulu’s condition through AFJ and to any of you who’s willing to help, can contact me directly via email: grandecaramel_macchiato@yahoo.com
Thank you so much for your help.”
(Ruth Nathalia)

11070098_841935642544248_76491515779538929_n 10393922_841935545877591_9187670336590843082_n 10981845_841935499210929_6785979285735557059_n 11046289_841935472544265_6064563178259414464_n

11046500_836830219721457_6764451830921442417_n
Standard

Helping Grandmas’ Cats #HelpOthersHelpAnimals.

Please scroll down for English version smile emoticon

Kami berjumpa dengan dua nenek yang penyayang di Bausasran yang mendedikasikan usia senja mereka bagi kucing-kucing yang tak diinginkan. Cinta yang besar mereka punya, tapi sayangnya kucing-kucing yang sakit perlu lebih dari itu untuk sembuh.

Sementara ini, kucing-kucing duo simbah sudah diberikan obat cacing, yang sakit mata sudah diperiksa dan diberikan pengobatanoleh drh. Andre Lisnawan. Kami masih mencoba mendapatkan ijin untuk mengadakan sterilisasi bagi kucing-kucing di rumah itu. Saat ini sudah ada belasan kucing, dan mereka bisa berlipat ganda sangat cepat jika tidak dicegah.

Terimakasih untuk Anda yang terus mendukung kami; karena Andalah makin banyak satwa bisa terbantu, dan beban sesama yang peduli satwa namun kurang mampu dapat diringankan. Semoga segera duo simbah akan memberikan persetujuan untuk sterilisasi. Anda bisa membantu mensponsori sterilisasi bagi kucing-kucing simbah. Caranya bisa dibaca di sini ya: http://animalfriendsjogja.org/page/donation.php#howtodonate
========
We came across these two lovely grandmas in Bausasran who dedicate the dusk of their days for unwanted kitties. Abundant love is what they have, but unfortunately sick cats need more than love to heal. In the meantime, all cats have been dewormed, the ones with eye problems have been checked by Vet Andre Lisnawan and received medications.
We’re still trying to get permission from the grandmas to spay and neuter their cats. There are tens of cats already, and they can multiply very quickly, causing overpopulation at the grandmas’ house. We thank you, our supporters; because of you we can help more animals in need as well as lessen the burden of others who care about animals. Hopefully, the sweet grandmas will finally agree to sterilize the cats. You can help by sponsoring the sterilization cost for grandmas’ cats. Here’s how: http://animalfriendsjogja.org/page/donation.php#howtodonate
10406997_836830296388116_5108901411345318104_n 10995689_836830399721439_161019173807290369_n 11029485_836830266388119_1619689410279536141_n 11043080_836830353054777_5801905979911280738_n
11037564_832289856842160_6184529154396542544_n
Standard

You’ll Never Walk Alone, Buster! He’s Got New Wheels!! Horaaay!!

Kisahnya nanti ya, admin harus kasih makan miaow-miaow dulu nih…Jumpa lagi nanti! Kisah Buster sebelumnya ada di tautan-tautan di bawah ini:
https://www.facebook.com/animalfriendsjogja/posts/507702582634224

https://www.facebook.com/media/set/…

https://www.facebook.com/media/set/…

=======

The complete story will be provided later, the admin of this page has an important duty to feed the cats. See you soon! Enjoy the photos and happiness smile emoticon
Read Buster’s previous stories here:
https://www.facebook.com/animalfriendsjogja/posts/507702582634224

https://www.facebook.com/media/set/…

https://www.facebook.com/media/set/…

11034239_832289843508828_8551051235101437746_n 10341878_832289840175495_8975909911838024549_n 10917444_832289906842155_684692751776458872_n 11015826_832290063508806_783251871227056119_n

11001763_830295607041585_9020259544089377314_n
Standard

Cat Heaven Needs Siyong More Than Us, RIP Siyong

Please scroll down for English version

Tanggal 10 Feb 2015, masuk laporan mengenai seekor kucing muda di Umbulharjo yang menderita rectal prolapse. Melihat kondisinya dari foto yang dikirimkan dan mengetahui bahwa prolapsed rectum harus segera ditangani secara medis, 2 relawan menuju ke lokasi. Tak diragukan lagi bahwa si kucing malang ini harus segera mendapat perawatan, apalagi sudah 2 minggu dia tidak mendapat penanganan apapun!!

Kami namai si tampan ini Siyong. Dia adalah salah satu kucing jalanan di Umbulharjo. Beruntung ada ibu pemilik warung sayur yang selalu berbaik hati memberi mereka makan. Hingga satu hari Siyong muncul di warung dengan tonjolan aneh berwarna merah yang menyembul dari tubuh bagian belakangnya! Sejanggal penampakannya, masalah kesehatan seperti ini adalah serius dan butuh ditangani segera. Ketika ada bagian dalam tubuh yang keluar tidak pada tempat seharusnya, ini dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah dan matinya jaringan. Jika dibiarkan tanpa perawatan, jaringan yang mati dapat membuat kucing sakit dan bisa berakibat fatal.

Sang ibu sangat sedih melihat kondisi Siyong, tapi apa daya yang terbaik dapat beliau berikan untuk Siyong hanyalah memberinya makan dan tempat di warung untuk Siyong beristirahat. Sang ibu pun harus menyembunyikan Siyong dari orang-orang yang merasa jijik dan berusaha menangkap lalu membuang Siyong!!

Siyong segera mendapat perawatan medis dari drh. Andre Lisnawan. Prolapse dikoreksi dengan pijatan lembut untuk mengembalikan ke posisi asalnya. Penanganan tanpa operasi ini awalnya berhasil. Tapi saat Siyong masih menjalani observasi untuk mengidentifikasi penyebab penyakit agar bisa diberikan pengobatan yang tepat, rectal prolapsed Siyong muncul lagi dan lagi. Siyong sangat mudah stress, dan tiap kali Siyong merasa tidak nyaman, dia cenderung akan mengejan kuat-kuat.

Siyong harus menjalani dua kali operasi karenanya, tapi sayang ada jaringan rectal yang sudah terlalu rusak sehingga bagian yang sudah bermasalah itu harus diamputasi.

Operasi ke dua dilakukan tengah malam tanggal 23 Februari 2015. Larut malam, Siyong mengalami prolapse lagi setelah mengejan terlalu kuat saat mencoba BAB. Dan kali ini, keadaannya menjadi lebih buruk. Segera setelah mendapat telpon dari kami, drh. Andre bergegas datang ke rumah relawan yang merawat Siyong.

Paska operasi, setelah siuman penuh, Siyong terlihat jauh lebih tenang dan nyaman daripada sebelum-sebelumnya. Siyong bahkan mengeong minta makan dan terlihat sangat menikmati seporsi kecil makanan lembutnya. Akhirnya pun Siyong sudah bisa buang air kecil tanpa masalah. Siyong masih terus dimonitor dan diberikan perawatan intensif termasuk infus Intra Vena untuk mencegah dehidrasi dan kekurangan nutrisi karena Siyong belum boleh makan terlalu banyak.

Namun, meskipun kondisi Siyong sepertinya sudah lebih membaik, hari ini 25 Feb 2015, siang hari, Siyong tiba-tiba mengalami gangguan pernafasan. Sebelum kami bisa membawanya ke klinik, Siyong menghembuskan nafas terakhir.

Ada pesan dari Siyong untuk kamu semua yang telah menjadikannya bagian dari hidup kamu meskipun hanya sekejap saja: “
“Jangan menyesali semua yang sudah kamu lakukan untuk membantuku meskipun mungkin tidak sesuai harapan, kamu sudah melakukan yang terbaik buat aku, tapi surga kucing adalah tempat aku mau berada sekarang. Masih banyak teman-temanku di luar sana yang membutuhkan bantuan, jadi jangan sedih aku pergi karena kamu bisa ada untuk mereka seperti kamu ada untuk aku…”

Terimakasih untuk Anda semua yang tanpa pamrih memberi bantuan langsung untuk satwa yang membutuhkan, dan bagi Anda yang mendukung AFJ untuk terus memperjuangkan hak-hak satwa yang tertindas. Perjuangan belum berakhir, tapi bersama pasti kita bisa! Silakan membuka website kami di http://animalfriendsjogja.org/ untuk mengetahui lebih banyak mengenai AFJ dan bagaimana cara mendukung kerja kami bagi satwa.

========
On Feb 10, 2015, someone reported about a young cat suffering from prolapsed rectum in Umbulharjo. Seeing the horrible condition from the picture sent and knowing that a rectal prolapse requires immediate medical attention, two volunteers checked on the cat on the next day. There’s no doubt that the poor cat had to be taken to a vet right away! He’d been like that without getting any treatment for 2 weeks!!

We called the handsome cat Siyong. He was one of the strays roaming around the area. Luckily, a caring lady who owns a grocery shop feeds them. Until one day Siyong came with a strange red bulge pushing out from his behind! As cringe-worthy as it is to look at, it’s also a serious medical issue that requires immediate attention. Anytime an internal part of the body protrudes outside the body, it can result in blood restriction and tissue death. If left untreated, that protruding tissue could die, which can make the cat ill and ultimately be fatal.

The lady felt so sad seeing him like that, but feeding him and letting him rest at her shop were the best she could do. She even had to hide Siyong because some people who felt disgusted tried to catch him and throw Siyong away!!

Siyong immediately had his first medical treatment from Vet Andre Lisnawan. The prolapse was corrected through gentle massage back into place. It was successful at first. However, as Siyong was still being observed so that the underlying cause can be identified and treated, it was happening again and again. Siyong was very easily to get stressed out, and every time he felt uncomfortable, he’d strain too hard.

Siyong had two surgeries; unfortunately the rectal tissue was already damaged too severely, so the diseased portion of the rectum had to be amputated.

The second surgery was conducted in the middle of the night on Feb 23, 2015. Late at night, the prolapse happened again after Siyong strained too hard as he tried to defecate, and this time it was worse. Upon receiving our frantic call, Vet Andre rushed to the volunteer’s house where Siyong was looked after.

Post surgery, fully awake, Siyong looked calmer and a lot more comfortable than before. He even asked for food and enjoyed his meal. Siyong could finally urinate without any problem. Siyong was still closely monitored and given intensive care.
However after the progress he made, today at noon Siyong suddenly had breathing difficulty. Before we could take him to the clinic, Siyong said goodbye

A message from beloved Siyong to all of you who have made him part of your life, even if it was only for a short time:
“Don’t regret all the things you’ve done to help me although it didn’t work out as you expected to be, you’ve tried your best but the cat heaven is the place I want to be for now. There are still many of my friends who need your help, so don’t be sad for you can be there for them as you could for me…”

Our deep gratitude to all of you who have always been there and actively helping the animals in need, and also to all of you who keep on supporting AFJ in our effort in fighting for the rights of the animals. The fight is still continuing and sometimes it seems endless, but we are sure that together we can keep the fight and make this world a better place for all species! Please go to our website at http://animalfriendsjogja.org/ to get to know us better and find out the ways to support our work for animals.

Tanggal 10 Feb 2015, masuk laporan mengenai seekor kucing muda di Umbulharjo yang menderita rectal prolapse. Melihat kondisinya dari foto yang dikirimkan dan mengetahui bahwa prolapsed rectum harus segera ditangani secara medis, 2 relawan menuju ke lokasi. Tak diragukan lagi bahwa si kucing malang ini harus segera mendapat perawatan, apalagi sudah 2 minggu dia tidak mendapat penanganan apapun!!

Kami namai si tampan ini Siyong. Dia adalah salah satu kucing jalanan di Umbulharjo. Beruntung ada ibu pemilik warung sayur yang selalu berbaik hati memberi mereka makan. Hingga satu hari Siyong muncul di warung dengan tonjolan aneh berwarna merah yang menyembul dari tubuh bagian belakangnya! Sejanggal penampakannya, masalah kesehatan seperti ini adalah serius dan butuh ditangani segera. Ketika ada bagian dalam tubuh yang keluar tidak pada tempat seharusnya, ini dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah dan matinya jaringan. Jika dibiarkan tanpa perawatan, jaringan yang mati dapat membuat kucing sakit dan bisa berakibat fatal.

Sang ibu sangat sedih melihat kondisi Siyong, tapi apa daya yang terbaik dapat beliau berikan untuk Siyong hanyalah memberinya makan dan tempat di warung untuk Siyong beristirahat. Sang ibu pun harus menyembunyikan Siyong dari orang-orang yang merasa jijik dan berusaha menangkap lalu membuang Siyong!!

Siyong segera mendapat perawatan medis dari drh. Andre Lisnawan. Prolapse dikoreksi dengan pijatan lembut untuk mengembalikan ke posisi asalnya. Penanganan tanpa operasi ini awalnya berhasil. Tapi saat Siyong masih menjalani observasi untuk mengidentifikasi penyebab penyakit agar bisa diberikan pengobatan yang tepat, rectal prolapsed Siyong muncul lagi dan lagi. Siyong sangat mudah stress, dan tiap kali Siyong merasa tidak nyaman, dia cenderung akan mengejan kuat-kuat.

Siyong harus menjalani dua kali operasi karenanya, tapi sayang ada jaringan rectal yang sudah terlalu rusak sehingga bagian yang sudah bermasalah itu harus diamputasi.

Operasi ke dua dilakukan tengah malam tanggal 23 Februari 2015. Larut malam, Siyong mengalami prolapse lagi setelah mengejan terlalu kuat saat mencoba BAB. Dan kali ini, keadaannya menjadi lebih buruk. Segera setelah mendapat telpon dari kami, drh. Andre bergegas datang ke rumah relawan yang merawat Siyong.

Paska operasi, setelah siuman penuh, Siyong terlihat jauh lebih tenang dan nyaman daripada sebelum-sebelumnya. Siyong bahkan mengeong minta makan dan terlihat sangat menikmati seporsi kecil makanan lembutnya. Akhirnya pun Siyong sudah bisa buang air kecil tanpa masalah. Siyong masih terus dimonitor dan diberikan perawatan intensif termasuk infus Intra Vena untuk mencegah dehidrasi dan kekurangan nutrisi karena Siyong belum boleh makan terlalu banyak.

Namun, meskipun kondisi Siyong sepertinya sudah lebih membaik, hari ini 25 Feb 2015, siang hari, Siyong tiba-tiba mengalami gangguan pernafasan. Sebelum kami bisa membawanya ke klinik, Siyong menghembuskan nafas terakhir.

Ada pesan dari Siyong untuk kamu semua yang telah menjadikannya bagian dari hidup kamu meskipun hanya sekejap saja: “
“Jangan menyesali semua yang sudah kamu lakukan untuk membantuku meskipun mungkin tidak sesuai harapan, kamu sudah melakukan yang terbaik buat aku, tapi surga kucing adalah tempat aku mau berada sekarang. Masih banyak teman-temanku di luar sana yang membutuhkan bantuan, jadi jangan sedih aku pergi karena kamu bisa ada untuk mereka seperti kamu ada untuk aku…”

Terimakasih untuk Anda semua yang tanpa pamrih memberi bantuan langsung untuk satwa yang membutuhkan, dan bagi Anda yang mendukung AFJ untuk terus memperjuangkan hak-hak satwa yang tertindas. Perjuangan belum berakhir, tapi bersama pasti kita bisa! Silakan membuka website kami di http://animalfriendsjogja.org/ untuk mengetahui lebih banyak mengenai AFJ dan bagaimana cara mendukung kerja kami bagi satwa.

========
On Feb 10, 2015, someone reported about a young cat suffering from prolapsed rectum in Umbulharjo. Seeing the horrible condition from the picture sent and knowing that a rectal prolapse requires immediate medical attention, two volunteers checked on the cat on the next day. There’s no doubt that the poor cat had to be taken to a vet right away! He’d been like that without getting any treatment for 2 weeks!!

We called the handsome cat Siyong. He was one of the strays roaming around the area. Luckily, a caring lady who owns a grocery shop feeds them. Until one day Siyong came with a strange red bulge pushing out from his behind! As cringe-worthy as it is to look at, it’s also a serious medical issue that requires immediate attention. Anytime an internal part of the body protrudes outside the body, it can result in blood restriction and tissue death. If left untreated, that protruding tissue could die, which can make the cat ill and ultimately be fatal.

The lady felt so sad seeing him like that, but feeding him and letting him rest at her shop were the best she could do. She even had to hide Siyong because some people who felt disgusted tried to catch him and throw Siyong away!!

Siyong immediately had his first medical treatment from Vet Andre Lisnawan. The prolapse was corrected through gentle massage back into place. It was successful at first. However, as Siyong was still being observed so that the underlying cause can be identified and treated, it was happening again and again. Siyong was very easily to get stressed out, and every time he felt uncomfortable, he’d strain too hard.

Siyong had two surgeries; unfortunately the rectal tissue was already damaged too severely, so the diseased portion of the rectum had to be amputated.

The second surgery was conducted in the middle of the night on Feb 23, 2015. Late at night, the prolapse happened again after Siyong strained too hard as he tried to defecate, and this time it was worse. Upon receiving our frantic call, Vet Andre rushed to the volunteer’s house where Siyong was looked after.

Post surgery, fully awake, Siyong looked calmer and a lot more comfortable than before. He even asked for food and enjoyed his meal. Siyong could finally urinate without any problem. Siyong was still closely monitored and given intensive care.
However after the progress he made, today at noon Siyong suddenly had breathing difficulty. Before we could take him to the clinic, Siyong said goodbye

A message from beloved Siyong to all of you who have made him part of your life, even if it was only for a short time:
“Don’t regret all the things you’ve done to help me although it didn’t work out as you expected to be, you’ve tried your best but the cat heaven is the place I want to be for now. There are still many of my friends who need your help, so don’t be sad for you can be there for them as you could for me…”

Our deep gratitude to all of you who have always been there and actively helping the animals in need, and also to all of you who keep on supporting AFJ in our effort in fighting for the rights of the animals. The fight is still continuing and sometimes it seems endless, but we are sure that together we can keep the fight and make this world a better place for all species! Please go to our website at http://animalfriendsjogja.org/ to get to know us better and find out the ways to support our work for animals.

10997517_830295713708241_7473489735142137300_n 10985535_830295643708248_7755654079160802334_n

Standard

‪#‎SaveAllSharks‬ ‪#‎KamiCintaHiuDiLaut‬ ‪#‎SaveOcean‬

Berawal dari laporan adanya menu shark fin soup (sup sirip hiu) kepada Animal Friends Jogja (AFJ) yang akan disajikan pada malam perayaan Imlek, 18 Februari 2015 di Hotel Tentrem Yogyakarta, Dessy Zahara Angelina Pane yang akrab disapa Ina berkirim surat kepada manajemen hotel, pada Kamis (12/02/2015).

Dalam surat itu, AFJ mengkritisi, memberi penilaian, serta masukan kepada pihak hotel agar tidak menyajikan menu tersebut. Lima hari kemudian (17/02/2015), manajemen hotel baru merespon dan mengundang AFJ untuk bertemu pada Rabu (18/02/2015).

Dengan ditemani Bagas dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Rabu pagi Ina datang bertemu Nike Aristya Public Relation Manager Tentrem Hotel Yogyakarta, menanyakan pihak hotel akant etap menyajikan menu sirip hiu dan jenis hiu yang dikonsumsi.

Ina memaparkan dengan perburuan 100 ton ikan hiu per tahun menurut Organisasi Pangan Dunia (FAO), Indonesia menjadi negara terbesar penyumbang kepunahan ikan hiu. Padahal hiu berperan ekologis menjaga keseimbangan ekosistem di laut.

“Ketiadaan atau menurunnya populasi ikan hiu akan berakibat pada naiknya populasi predator dibawahnya dan menurunkan populasi ikan-ikan herbivora yang menyebabkan ekosistem tidak sehat,” kata Ina.

Ia menambahkan, Ikan hiu merupakan predator yang efektif karena hanya memakan ikan-ikan sakit, tua, dan lemah. Peran ini penting karena keberadaan hiu akan mencegah tersebarnya penyakit kepada ikan-ikan lain. Dalam hal perkembangbiakan, hiu berkembang biak dengan lambat. Usia hiu dewasa pada 5-15 tahun. Sekali beranak (ovivipar), hiu hanya menghasilkan 10-20 ekor anakan dengan rentang waktu masa beranak 2-3 tahun. “Jika hiu terus diburu dan dikonsumsi, maka tidak mungkin lagi bahwa hiu segera punah dan laut kita akan mati,” katanya.

Mengkonsumsi ikan hiu juga tidak baik untuk kesehatan karena predator teratas ekosistem laut itu berpotensi menyerap polusi laut seperti logam berat dan zat kimia lain seperti merkuri. Ina berharap Hotel Tentrem sebaiknya tidak turut serta dalam percepatan kepunahan hiu.

Sementara itu, Bagas dari JAAN menjelaskan, kepercayaan yang salah mengenai sup sirip hiu memang sudah ada sejak jaman Dinasti Ming karena para raja China dahulu sering memakan itu sehingga dianggap sebagai Chinese Delicacy Luxurious Item (makanan China yang lezat dan mewah).

“Sirip hiu menjadi industri bernilai miliaran rupiah di China karena dianggap makanan mewah, berkelas, dan menjadi menu kehormatan dalam acara-acara besar seperti Hari Raya Imlek,” kata Bagas.

Mitos keliru itu berdampak ke Indonesia, dengan perburuan ikan hiu. Lebih miris lagi, hasil investigasi JAAN dan AFJ, nelayan hanya mengambil siripnya, dan membuang badan hiu ke laut. Karena ukuran badan hiu yang besar, akan membebani kapal bila dibawa ke darat.

“Ini praktik sangat kejam bagi spesies satwa yang berperan besar menjaga kelestarian laut kita. Itulah yang menjadi alasan kami mengajak Hotel Tentrem untuk tidak turut serta dalam perusakan lingkungan dan kesehatan manusia,” kata Bagas.

Menanggapi hal tersebut, Nike Aristya Public Relation Manager Tentrem Hotel Yogyakarta kepada Mongabay mengatakan, pihaknya sudah membaca surat keberatan dari AFJ dan mengakui akan menyajikan menu shark fin soup (sup sirip hiu) pada malam Imlek. Ia mengatakan sesuai aturan hiu jenis kikir (Zhang Min Zhu) tidak dilindungi. “Jenis hiunya tidak dilindungi. Kami tidak menjual dan membeli sirip hiu ilegal Bisa di cek dan kami membeli secara legal,” kata Nike.

Beberapa hotel lain yang punya restoran china di Jogja juga menyajikan menu serupa. “Untuk malam Imlek besok kami tidak bisa membatalkan menu sirip Hiu. Kami juga sudah jualan menu sejak lama, sudah ada yang membeli dan memesan menu tersebut. Yang penting hiu yang dibeli itu tidak masuk kategori hiu dilindungi,” tambah Nike.

Nike menambahkan, pihaknya mendukung konservasi dan berjanji akan meniadakan menu tersebut untuk yang akan datang. Namun menurutnya disetiap chinese restoran pasti ada menu sirip hiu, karena bagi kaum Tionghoa, sirip hiu dianggap sumber kemakmuran.

“Kami akan meniadakan menu shark fin di chinese restoran sebagai bukti nyata dukungan kami untuk konservasi hiu dan satwa lain yang dilindungi,” Kata Nike menutup obrolan.

Aturan Perlindungan Hiu

Di Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan ikan hiu paus (Rhincodon typus) sebagai jenis ikan yang dilindungi secara penuh melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 18 Tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus).

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) selaku juga telah memberikan rekomendasi perlindungan penuh ikan hiu paus melalui surat Nomor. 2425/IPH.1/KS.02/X/2012 tanggal 12 Oktober 2012.

Saat ini ikan hiu paus masuk ke dalam Appendiks I CITES dan juga termasuk kedalam daftar merah IUCN dengan kategori rentan (vulnerable).

Ikan hiu paus yang dikenal dengan sebutan hiu totol atau hiu bodoh merupakan salah satu jenis ikan hiu terbesar di dunia. Indonesia merupakan salah satu jalur migrasi dari ikan hiu paus, hal ini terbukti dengan seringnya jenis ikan ini ditemui di beberapa wilayah perairan Indonesia seperti perairan Sabang, Situbondo, Bali, Nusa Tenggara, Alor, Flores, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua. Sepanjang tahun ikan ini dapat ditemukan di sekitar Tanjung Kwatisore, Nabire Papua dengan jumlah populasi diperkirakan sekitar 27 – 41 ekor.

sumber :

http://www.mongabay.co.id/2015/02/21/miris-hotel-ini-sajikan-menu-sirip-hiu-saat-imlek/

https://www.facebook.com/animalfriendsjogja/posts/827714863966326